SuaraSerang.id - Bagi Anda yang sering bepergian dari Jakarta ke Bandung atau sebaliknya, dalam waktu ini ada pilihan rute baru. Untuk tol baru Jakarta-Bandung atau sebaliknya, memungkinkan hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam.
Cukup dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam saja untuk melaluinya. Tol baru untuk rute Jakarta-Bandung ini memiliki panjang 62 km, dan termasuk dalam segmen Jakarta Selatan-Cikampek II (Japek II).
Saat ini, pembangunan proyek tol Jakarta-Bandung via Japek II ini terus dipercepat. Khusus untuk paket tiga, akan mulai beroperasi penuh pada awal tahun 2023. Sedangkan dua paket lainnya dijadwalkan selesai pada 2024 dan 2028.
Berikut rinciannya:
Paket 1, Jati Asih -Setu (Sta 0+000 hingga Sta 9+300) berjarak 9,3 kilometer. Ruas ini masuk dalam wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor.
Pembebasan lahan baru mencapai 3,61 persen, dengan target beroperasi Januari 2028.
Status: Konstruksi belum dimulai.
Paket 2, Setu-Taman Mekar (Sta 9+300 hingga 34-150) sepanjang 24,85 km. Termasuk kedalam wilayah Kabupaten Bekasi. Pembebasan lahan baru berjalan 54,63 persen, ditargetkan beroperasi Januari 2024.
Status: Konstruksi belum dimulai.
Paket 3, Taman Mekar-Sadang (Sta 9+300 hingga 34+150) jarak panjang 24,85 km. Termasuk kedalam wilayah Kabupaten Karawang dan Purwakarta. Melalui jalan tol ini, Anda yang bepergian dari Jakarta ke Bandung akan lebih cepat, kurang dari satu jam.
Baca Juga: Usai Pertemuannya di Hambalang, Kemungkinan Duet Prabowo-Puan Terjadi di Pilpres 2024
Status: Konstruksi hampir selesai.
"Jalan tol baru ini adalah pertemuan arah Jakarta dan Cipularang. Kecepatan maksimum yang direncanakan di sini adalah 80 km/jam dan jaraknya adalah 62 km," kata Direktur Teknik PT Jasa Marga Japek Selatan Bambang Sulistyo seperti dikutip, Senin (5/9/2022).
Jadi dapat diperkirakan perjalanan antara Bandung-Jakarta atau sebaliknya, hanya akan memakan waktu sekitar 45 menit.
"Butuh waktu sekitar 45 menit untuk menempuh Jakarta-Bandung. Lebih cepat," ujar Bambang.
Tarif
Adapun biaya saat tol baru ini beroperasi akan dikenakan tarif sebesar Rp 77.500 untuk kendaraan golongan I, dengan perkiraan perhitungannya adalah Rp 1.250 per kilometer.
Tag
Berita Terkait
-
Anggaran Subsidi Sentuh Rp502 Triliun, Wamenkeu: Bisa Bangun 3.500 Jalan Tol
-
Kecelakaan Maut Tol Semarang Batang, Tujuh Orang Tewas dan Enam Luka Ringan
-
Daftar Nama Korban Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Batang, Tujuh Orang Meninggal Dunia
-
Kecelakaan Maut di Tol Batang Tewaskan Tujuh Orang
-
Lewat Tol Padang-Pekanbaru Dipastikan Cuma 3 Jam Perjalanan, Hutama Karya Targetkan 2024 Proyek Tol Selesai
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara