/
Senin, 17 Oktober 2022 | 22:47 WIB
Tandan buah sawit segar yang menjadi barang bukti diamankan polisi. [KanalKalimantan.com] (KanalKalimantan.com)

Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono menyebutkan, harga referensi produk minyak kelapa sawit atau CPO untuk penetapan bea keluar pada periode 16-31 Oktober 2022 mencapai 713,89 US dolar per Metric Ton (MT).

Nilai tadi turun 9,88 % atau 78,30 dolar AS dibandingkan periode 1-15 Oktober 2022.

“Saat ini harga referensi CPO mengalami penurunan yang semakin mendekati ambang batas sebanyak 680 dolar AS per MT. Pemerintah mengenakan BK CPO sebanyak 3 dolar AS per MT untuk periode 16-31 Oktober 2022,” ungkap Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Veri Anggrijono, Senin (17/10/2022).

Penurunan itu berdampak pada turunnya BK CPO periode 16-31 Oktober 2022 menjadi sebanyak 3 dolar AS per MT, sesuai Kolom dua Lampiran Huruf C dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 123/PMK.010/2022.

Harga Referensi tersebut sebagaimana tercantum pada Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1436 Tahun 2022 mengenai Harga Referensi Crude Palm Oil yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Penurunan harga referensi CPO dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kekhawatiran resesi global, melimpahnya stok CPO di Indonesia dan Malaysia, serta penurunan harga minyak nabati lainnya, khususnya harga minyak kedelai pada akhir September 2022.

(suara.com)

Load More