Sepekan setelah pertama kali dilaporkan, kasus gangguan ginjal akut pada anak di Indonesia
melonjak menjadi lebih dari 200 kasus dengan angka kematian sebanyak 99 anak atau hampir 50%
dari total kasus.
Hingga kini Kementerian Kesehatan belum dapat memastikan penyebab pasti gangguan ginjal akut yang
mendera ratusan anak Indonesia, namun telah menyetop sementara penjualan dan penggunaan obat
dalam bentuk cair atau sirup demi “menyelamatkan anak”.
Akan tetapi, pakar epidemiologi memandang situasi gangguan ginjal akut di Indonesia “sudah genting”
dan “sangat serius”, sehingga perlu ditetapkan status kejadian luar biasa (KLB) gagal ginjal akut.
“Saya melihat ini sudah genting, sangat serius. Ketika kasus seperti ini terjadi, jelas itu adalah puncak
gunung es. Kita tahu bagaimana surveilans kita, artinya korbannya jauh lebih banyak,” ujar pakar
epidemiologi dari Universitas Griffith di Australia, Dicky Budiman, Rabu (19/10/2022).
Mantan direktur penyakit menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, menegaskan perlu
dilakukan upaya maksimal untuk menyelidiki kejadian ini, "agar segera terjawab apa sebenarnya
penyebabnya dan bagaimana penanggulangannya".
Namun, juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan hasil penelitian yang
dilakukan otoritas kesehatan bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) baru akan dirilis pekan depan.
“Minggu depan hasil penelitian akan kita publish, apakah memang senyawa campuran obat - bukan
obatnya - yang menyebabkan, seperti halnya di Gambia, atau ada penyebab lain yang menyebabkan
gangguan ginjal akut,” jelas Syahril.
Per Selasa, 18 Oktober 2022, dilaporkan sebanyak 206 kasus gangguan ginjal akut pada anak terjadi di
20 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kematian 99 kasus atau 48% dari seluruh kasus
Obat sirup disetop sementara
Langkah pembatasan obat cair atau sirup yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, disambut positif oleh pakar epidemiologi dari Universitas Griffith di Australia, Dicky Budiman.
Baca Juga: Sadis, Pria Botak Habisi Nyawa Cewek di Apartemen Jakarta Timur
Namun dia menegaskan, perlunya mitigasi risiko agar masyarakat tidak khawatir dan bertanya-tanya
tentang keamanan obat yang dikonsumsi anak mereka.
“Ini tentu harus ada opsi solusinya.”
Adapun, dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, disebut bahwa obat-obatan
selain sirup dapat digunakan, sebab komponen untuk membuat obat sirup lah yang diduga menjadi
penyebab gangguan ginjal akut, seperti halnya yang terjadi di Gambia.
Dokter bisa menggunakan obat penurun panas yang berbentuk tablet atau yang bisa dimasukkan secara anal, atau suppositoria, dan melalui injeksi.
KLB gagal ginjal akut
Dicky Budiman menyoroti lemahnya kemampuan pendeteksian di Indonesia, yang dia anggap
berkontribusi pada tingginya angka kematian akibat gangguan ginjal akut.
Dia pun menegaskan sudah semestinya pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai kejadian luar
biasa (KLB).
“Ini sudah KLB atau kejadian luar biasa gagal ginjal akut yang terjadi di beberapa kota di Indonesia
dengan case fatality rate yang tinggi dan ini tentu sangat logis dalam konteks Indonesia, karena di tengah lemahnya deteksi dini,” lanjut Dicky.
Situasi yang terjadi saat ini di Indonesia, bagi Dicky, sudah memenuhi kriteria KLB yang nantinya akan
berdampak pada langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi gangguan ginjal akut di Indonesia.
“Jadi aspek dukungan pembiayaan, dan juga kemudahan lainnya karena statusnya yang KLB itu. Selain
tentu awareness dari setiap sektor akan semakin lebih meningkat.”
Berita Terkait
-
Pedagang Obat Pasar Pramuka Merugi, Pemerintah diminta beri Penjelasan terkait Obat Sirup yang Dilarang
-
Telan Puluhan Korban, Momen Ayah Sehari Sebelum Putrinya Meninggal Akibat Gagal Ginjal Misterius Mengiris Hati
-
Geger, Video Berisi Daftar Obat Berbahaya untuk Anak-anak, Hingga Diduga Penyebab Utama Anak Gagal Ginjal, Buat Warganet Panik
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub