/
Kamis, 27 Oktober 2022 | 05:05 WIB
Ist.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak meminta nelayan mewaspadai gelombang tinggi di Selat Sunda bagian selatan agar tidak terjadi kecelakaan di laut.


"Kami sampaikan kewaspadaan itu untuk para nelayan, masyarakat, pemangku kepentingan pelayaran, wisatawan dan pengelola wisata pantai," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Rabu.

Menurut laporan BMKG per tanggal 26-27 Oktober 2022, ketinggian gelombang perairan Selat Sunda antara 2,5 dan 4 meter.


Selama ini, perairan Selat Sunda bagian selatan yang berhadapan langusng dengan Samudera Hindia telah dilanda cuaca buruk, akibatnya akan berbahaya bagi kapal-kapal kecil.


Selain gelombangnya yang tinggi, kecepatan anginnya mencapai 5-30 knot dan bergerak dari tenggara ke arah barat daya.


Oleh karena itu, BPBD Lebak meminta kepada seluruh nelayan di Selat Sunda bagian selatan dari Pantai Binuangeun, Tanjung Panto, Suka Hujan, Cibobos, Cihara, Panggarangan, Bayah, Pulomanuk dan Sawarna harus mewaspadai gelombang tinggi dan angin kencang tersebut.


"Kami berharap para nelayan bisa menaatinya agar tidak terjadi kecelakaan di laut," ujarnya.


Beberapa nelayan tradisional di Pantai Binuangeun, Kabupaten Lebak mengaku sudah 
seminggu para nelayan tidak melaut karena gelombang tinggi dan hasil tangkapan yang relatif kecil.


Saat ini mereka menghabiskan waktu memperbaiki jaring mereka, juga berkumpul di  pesisir pantai guna mengawasi perahu-perahu mereka yang disandarkan di pesisir pantai tersebut.

Baca Juga: Kronologi Pesawat Lion Air JT-330 Terbakar Mesin Usai 39 menit Mengudara


“Kami selama tidak sergi melaut untuk kehidupan ekonomi keluarga sehari-hari mendapat pinjaman utang dari bandar ikan, nanti pembayarannya setelah sepulang melaut," kata Rohman, seorang nelayan di Binuangeun, Kabupaten Lebak.

(Antara)

Load More