/
Kamis, 03 November 2022 | 15:58 WIB
Asisten Rumah Tangga (ART) Ferdy Sambo, Daryanto alias Kodir (Youtube/ KOMPASTV))

PRT Sambo Daryanto alias Kodir sempat melarikan diri saat dengar suara tembakan. Ia kemudian singkirkan darah  Yosua pakai serok kayu.

Pengakuan PRT Ferdy Sambo Daryanto alias Kodir mengejutkan seisi peserta sidang kasus pembunuhan Brigadir J yang belum tuntas hingga, Kamis (3/11/2022).

Pada pengakuan asisten rumah tangga Sambo, Kodir menyebut kalau ia memakai kain lap bersihkan darah Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, 8 Juli 2022.

Ia menyingkirkan darah itu ke toilet kamar mandi, kata Daryanto di depan pimpinan sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nur Patria, Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2022).

"Menggunakan serokan, kemudian kain lap," ujar Kodir.

Lantas setelah diserok kemudian menyingkirkan ke kamar mandi. Pada persidangan terbongkar pula dari pengakuan Kodir, kalau waktu itu ia melihat beling alias pecahan kaca termasuk serpihan tembok dekat jenazah anggota Brimob itu.

"(Darah Yosua) dibuang ke kamar mandi. Seperti pecahan beling dekat meja makan. Runtuhan tembok," ucap Kodir.

Akting Depan Penyidik, Sambo Tunjuk Kamar Putri usai Yosua Tewas: Kejadian Ini Sebenarnya karena Istri Saya Dilecehkan! (sumber: ANTARA FOTOMuhammad Adimajarwa)

Saat berada di duren tiga, PRT Ferdy Sambo di persidangan PN Jakarta Selatan berkata kalau ia sempat menyelamatkan diri, seusai mendengar suara tembakan.

Pernyataan itu ia sampaikan saat sidang Senin (31/11/2022) agenda persidangan saat itu yakni hakim menyidang Bharada E atau Ricard Eliezer, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca Juga: Ini Sosok Diduga 'Om' Clara Shinta: AKBP Dony Alexander Pernah Gebuk Komika Fico Fachriza

Kodir berkata kala itu saat majelis hakim bertanya, apa yang ia lakukan saat mendengar suara tembakan dari dalam rumah.

Selain panik ia juga ngebirit, "Saat ada letusan gimana?" tanya hakim kepada PRT Ferdy Sambo, Daryanto.

Semula ia panik, lalu melihat ada bercak darah di lantai. "Ada bercak darah yang mulia," ucap Kodir.

"Siapa yang bersihin bercak darah?" tanya Majelis Hakim.

Kodir hanya melihat bercak darah tanpa melihat jenazah dari anggota Brimob yang sudah almarhum itu.

"Siap saya yang mulia," tegasnya. [*]

Load More