/
Jum'at, 04 November 2022 | 15:16 WIB
Anies saat berada di acara pendeklarasian Capres 2024 yang digelar relawan IndonesiAnies di JCC, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2022). (Suara.com/Fakhri)

Anies Baswedan sempat disebut-sebut sebagai antitesis Presiden Joko Widodo oleh salah seorang kader partai NasDem hingga membuat heboh kancah politik Indonesia.

Hal itu membuat pencipta julukan, Zulfan Lindan, tersingkir dari struktur pengurus pimpinan Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Meski pro dan kontra, hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) justru membuktikan adanya data yang menunjukkan Anies Baswedan antitesis Jokowi.

Pendiri SMRC, Saiful Mujani mengatakan memang ada perbedaan signifikan antara Jokowi dan Anies, terutama dalam konteks pemilih.

"Dalam hal ini, Anies lebih dilihat sebagai oposisi, berbeda, atau semacam antitesis dari Pak Jokowi," kata pendiri dan analis politik SMRC Saiful Mujani dikutip dari Warta Ekonomi – jaringan Suara.com.

Ilustrasi data Survei SMRC (sumber: Dok SMRC)

Menurut polling atau survei yang dilakukan SMRC, sebagian besar pendukung Anies adalah orang-orang yang kecewa dengan pemerintahan Jokowi. Misalnya, orang yang menggambarkan ekonomi buruk di pemerintahan Jokowi akan memilih Anies.

Pemilih Anies percaya bahwa mantan gubernur DKI Jakarta itu diharapkan membawa perubahan dari pemerintahan Jokowi.

Jajak pendapat atau survei SMRC dalam dua tahun terakhir (2021-2022) menunjukkan bahwa 36,6 persen masyarakat mengatakan kondisi ekonomi saat ini lebih buruk atau jauh lebih buruk dari tahun sebelumnya.

Sementara 32,7% menyatakan ekonomi membaik atau lebih baik dan 26,7% menyatakan tidak ada perubahan. dari yang menyatakan lebih buruk, ada 27 persen yang memilih Anies sementara yang mengaku ekonomi lebih baik di era presiden Jokowi hanya memberi 21 persen terhadap Anies.

Baca Juga: SMART CUP VI 2022 SMPN 255 Jakarta Berhasil, Orang Tua Tampilkan UMKM

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (sumber: Dok Pemprov Jateng)

Berbeda dengan mereka yang percaya ekonomi membaik, 33 persen memilih Ganjar Pranowo.

"Persepsi ekonomi yang buruk memperkuat dukungan untuk Anies Baswedan dan melemahkan suara untuk Ganjar Pranowo. Sebaliknya, Ekonomi yang akan membaik akan memperkuat suara Ganjar dan melemahkan Anies," tambah Saiful Mujani.

Berbeda dengan Anies yang dianggap antitesis Jokowi, Ganjar Pranowo lebih dianggap sebagai pemimpin yang bisa melanjutkan pemerintahan Jokowi.

Load More