Gudang Farmasi UPTD Kota Tangerang mendadak ramai didatangi banyak wartawan. Berdasarkan informasi yang beredar di grup Whatsapp kalangan wartawan, akan ada petugas dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang melakukan penarikan belasan ribu obat yang diduga mengandung bahan berbahaya yang tersimpan di dalam gudang tersebut.
Belasan ribu obat-obatan tersebut ditarik dari 38 Puskesmas yang terdapat di wilayah Tangerang. Temuan obat tersebut diantaranya 1.462 obat paracetamol dan 17.807 obat antasida jenis sirup yang di produksi dari PT AFI FARMA.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Kota Tangerang, Suhendra mengatakan ribuan obat tersebut ditarik setelah ditemukan mengandung bahan berbahaya yang menyebabkan gagal ginjal akut.
"Kita lakukan penarikan, setelah ditemukan mengandung bahan berbahaya seperti yang dirilis BPOM," ujar Suhendra saat memberi keterangan pers di lokasi gudang farmasi Kota Tangerang.
Menurutnya lagi, belasan ribu botol obat tersebut termasuk dalam daftar obat sirup yang dilarang izin edarnya dari BPOM RI. Ditemukan Paracetamol yang merupakan obat penurun panas, kemudian antasida sirup yang merupakan obat lambung.
Suhendra juga menjelasakan terkai langkah dalam mengantisipasi peredaran obat-obatan berbahaya, pihaknya terus melakukan inspeksi mendadak (sidak) di setiap toko obat atau apotek.
Namun menurutnya, tugas pemerintah kota Tangerang dalam mengantisipasi peredaran obat berbahaya tersebut hanyalah sebatas melakukan karantina, bukan melakukan penarikan.
"Kami dengan teman-teman puskesmas telah melakukan pemeriksaan (sidak) terhadap apotek dan toko obat, sifatnya hanya mengamankan dan karantina. Sehingga untuk menarikan kembali itu akan dilakukan oleh distributor langsung," pungkas Suhendra.
Sebagai tindak lanjut, kata Suhendra, belasan ribu obat tersebut akan dikembalikan ke perusahaan distributor untuk segera dimusnahkan.
Baca Juga: Siap Dilego Real Madrid dengan Harga Miring, Newcastle dan Aston Villa Siap Tampung Eden Hazard
"Tugas kami hanya memeriksa, mengawasi dan menarik obat-obatan khusus di Puskesmas, kemudian kita bawa ke gudang farmasi dan dikembalikan ke perusahaan distributor," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Polri Selidiki Perusahaan Pemasok Propilen Glikol Buntut Kasus Gagal Ginjal Akut
-
Belasan Ribu Obat Mengandung Bahan Berbahaya Jenis Paracetamol dan Antasida Ditarik Dinkes Kota Tangerang
-
Daftar Terbaru, 69 Obat Sirup Izin Edarnya Dicabut BPOM Terkait Gagal Ginjal Akut
-
Bareskrim Naikan status Penyidikan Perusahan Farmasi Pembuat Obat Sirup Penyebab Gagal Ginjal Akut pada Anak
-
Dinilai Lalai Awasi Obat-obatan, BPOM dan Kemendag bakal Diinvestigasi Polisi
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Kiper Terbaik Super League Dicuekin John Herdman, Sumardji Beri Penjelasan
-
CEK FAKTA: Puluhan Roket Iran Hantam Kantor Netanyahu, Benarkah?
-
Viral di Media Sosial! Pria Mirip Jeffrey Epstein Terekam Mengendarai Mobil di Florida
-
7 Jasa Bersih-bersih dan Cuci Karpet Rumah Jelang Idul Fitri yang Banyak Dicari
-
Menhub Kesal Banyak Truk Masih Wara-wiri Saat Mudik Lebaran
-
Rokok Ilegal Akan Makin Bebas Berkeliaran Gegara Aturan Ini
-
Proyek Geothermal Kamojang Digenjot, Rampung 2 Bulan Lebih Cepat
-
5 Fakta Napi Kasus Narkoba Tewas di Lapas Banyuasin, Keluarga Curiga Ada Kejanggalan
-
Emas Antam Diproyeksi Turun, Cek Ramalan Harganya untuk Pekan Depan
-
Nasabah Diminta Waspada Penipuan Digital Jelang Idulfitri, Salah Satunya Promo Belanja