Bareskrim Mabes Polri akan mengusut serta menginvestigasi dugaan kelalaian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam memantau peredaran obat sirup anak yang mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).
Hal ini karena telah ditemukannya dalam obat sirup anak yang beredar di masyarakat yang diduga sebagai penyebab gagal ginjal akut yang menewaskan ratusan anak.
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pipit Rismanto mengatakan, hingga saat ini tidak ada masyarakat yang membuat laporan tentang kelalaian BPOM dalam melakukan pengendalian atau pengawasan obat-obatan.
"Nanti arah investigasi kita pasti akan kesana. Karena kami ingin tahu di mana letak kelemahan dan kerentanannya," kata Pipit, seperti dilansir dari WartaEkonomi.co.id jaringan Suara.com.
Pipit juga mengatakan, bahwa polisi nantinya juga akan mengusut dan menginvestigasi pihak-pihak yang mengimpor bahan baku obat ke Indonesia.
"Nantinya akan dilihat apakah ada tindakan kelalaian adan kesengajaan, hal ini akan terus kita dalami dan kita juga harus berhati-hati," tambah jenderal bintang satu itu.
Pipit Rismanto berjanji bahwa proses penanganan terkait kasus obat sirup yang menyebabkan penyakit gangguan ginjal akut pada anak-anak ini akan berjalan secara transparan dan objektif.
Hal tersebut dikatakan Brigjen Pipit dengan tujuan demi untuk kelangsungan hidup banyak orang.
Pipit juga mengungkapkan bahwa Kementerian Perdagangan juga akan diselidiki oleh Bareskrim karena namanya disebut-sebut oleh BPOM.
Baca Juga: Bertemu si Penghina, Dewi Perssik Nangis hingga Mata Bengkak
"Ya, kita akan telusuri nanti, sabar dulu ya,” tutup Brigjen Pipit.
Tag
Berita Terkait
-
BPOM Sebut Kelalaian Pada Obat Penawar Fomepizole, Ibu Korban Gagal Ginjal Anak: Anak Saya Tidak Akan Kembali
-
Menkes Pamer Kasus Gagal Ginjal Turun Berkat Obat Impor, DPR: Jangan Gitu Kali, Penyebab Belum Tahu Kok Sudah Beli Obat?
-
Cari Bukti Kasus Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Polri Selidiki Proses Produksi Obat Sirup PT Afi Farma
-
Bareskrim Polri Datangi PT Afi Farma Untuk Dalami Proses Produksi Obat Sirop
-
Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak Ditemukan Dinkes Kota Tangsel
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Anggota DPRD Medan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pengeroyokan
-
Memanas! Tiga Anggota DPRD Kota Madiun Walk Out dari Paripurna KUA-PPAS 2027
-
Belanja Auto Dicap Boros? Perempuan dan Dilema Nikmati Hasil Kerja Sendiri
-
Mitsubishi Xforce Apakah Pakai Sunroof? Ini Perbandingannya dengan Versi Lawas
-
Jelang Lawan Vietnam, Media Tetangga Sindir Timnas Indonesia dengan Bendera Belanda dan Australia
-
Tawarkan Bunga Ringan, Penyaluran KUR Perumahan dan FLPP BRI Dominasi Kuota Nasional
-
Tegas! 17 SPPG di DIY Ditutup, Buntut Kasus Keracunan hingga Masalah Izin
-
Klaim Dikriminalisasi Febrie Adriansyah Dipertanyakan, Jangan Semua Tersangka Mengaku Jadi Korban
-
Akhirnya PWI Resmi Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris
-
Anggota DPRD DKI Bongkar Dugaan Praktik Culas Trayek Mikrotrans: Saya Pernah Ditawari Rp4 Miliar