Usulan terkait perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi kembali mengemuka. Usulan kali ini datang dari Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.
Melansir dari laman Warta Ekonomi.co.id--jaringan Suara.com, LaNyalla punya alasan tersendiri menyerukan perpanjangan dua tahun masa jabatan Presiden Jokowi.
Pasalnya, masa pemerintahan Presiden Jokowi menurutnya habis untuk menangani pandemi Covid-19. Untuk itu, LaNyalla mengusulkan agar masa jabatan Presiden Jokowi diperpanjang dua tahun untuk menggantikan atau 'menebus' kinerjanya yang terhambat selama pandemi Covid-19.
“Melihat Pak Jokowi udah dua tahun karena situasi Covid-19, belum menunjukkan hasilnya. Sekarang dua tahun sudah dilewati, ya kenapa nggak ditambah aja dua tahun lagi untuk nebus yang Covid-19 kemarin," usul LaNyalla dalam memberikan sambutan pada Munas XVII HIPMI, Senin (21/11/2022).
Selain alasan itu, LaNyalla juga menyebut penyelenggaraan pemilu 2024 hanya akan membuang waktu. Ia juga menyebut ada "kelompok" yang mengontrol atau menguasai pemilu, sehingga ada baiknya juga jika ditunda.
"Kalau kita pakai yang namanya pemilu coblos-coblos, ini palsu semua. Ini kita sudah bisa hafal sudah dikuasai oleh satu kelompok ini," ungkap LaNyalla.
Nanti hasilnya sudah ditentukan di atas. Daripada buang-buang uang untuk pemilu, lebih baik ditunda saja, saya bilang gitu," lanjut LaNyalla.
Sebagai solusinya, LaNyalla menyarankan agar pemilihan presiden kembali dilakukan oleh MPR, bukan melalui suara rakyat, karena menurutnya, pilpres dengan menggunakan coblos-coblosan hanya akan membebani rakyat.
LaNyalla melanjutkan, ia juga mengeluarkan pernyataan yang meminta Presiden Jokowi untuk mengeluarkan dekrit mengembalikan Konstitusi ke Undang-Undang Dasar '45 sesuai dengan naskah aslinya.
Baca Juga: Pengusaha Muda Adu Jotos di Munas Hipmi, Wapres: Saya Harap Tidak Berbuntut
"Nanti dari adendum itu, bisa sambil diperbaiki, Kita persilahkan presiden memperpanjang, mau dua tahun, mau tiga tahun silahkan, yang penting adendumnya selesai. Jadi pemilihan presiden cukup melalui MPR, nggak usah lagi coblos-coblosan, kasihan rakyat,” pungkas LaNyalla.
Tag
Berita Terkait
-
Mardiono Sebut 14 Pengurus Wilayah PPP Usulkan Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024
-
Diusung Jadi Capres, NasDem Harus Bertangungjawab Sediakan Biaya Politik Pemenangan Anies di Pilpres 2024
-
Survei: Elektabilitas PDIP 'To The Moon', Partai Lain Ambyar?
-
Mendukung Arahan Jokowi Agar Capres dan Cawapres Jangan Memainkan Politik SARA
-
Pemilu 2024, Pengaruh Presiden Joko Widodo Dinilai Melempem
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji
-
Green Logistics: Atasi Overload Gudang Ekspedisi Pakai Kertas Wrap
-
Harga dan Review ASICS Novablast 5, Direkomendasikan dr. Tirta untuk Long Run
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Apa Tanda Haji Mabrur? Ini Ciri-cirinya Menurut Hadis Rasulullah
-
Bukan Hanya untuk Petualang, Perlengkapan Multifungsi Kini Jadi Bagian Gaya Hidup Urban
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Link Live Streaming PSG vs Arsenal: Siapa Bakal Angkat 'Si Kuping Besar'?
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Influencer Ini Akan Dijemput Paksa Polisi Kasus Whip Pink