/
Minggu, 04 Desember 2022 | 19:49 WIB
Anies Baswedan dalam safari politik di Sumbar saat diskusi tentang pendidikan di Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, Sumatera Barat, Sabtu (3/12/2022) malam. (Timsus Anies Sumbar)

Anies Baswedan bakal calon presiden dorong janji negara soal pengangkatan pendiri Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang sebagai pahlawan nasional. Hal itu ia ucapkan dalam kunjungannya ke Padang Panjang, Sabtu (3/12/2022) malam.

Anies Baswedan menurutkan ini adalah sebuah janji negara yang belum tuntas menjadikan Rahmah El Yunusiah sebagai pahlawan nasional yang seharusnya sudah terealisasi tahun 2012 namun masih tertunda sampai hari ini.

"Jadi ini yang harus kita dorong. Kami melihat peran Diniyyah Puteri ini dimulai dari kegemilangan ibu Rahmah El Yunusiah yang berjuang mendirikan Perguruan ini," katanya.

Anies Baswedan capres Partai NasDem membeberkan, bagaimana Al Azhar pada tahun 57 telah membuka program untuk perempuan. Artinya sudah 960 tahun lebih Al Azhar hanya dibuka hanya untuk laki-laki. Setelah itu baru dibukakan pintu untuk perempuan dunia.

"Saya melihat sebuah perjalanan gemilang dimasa lalu. Sebuah organisasi yang usianya panjang, berarti organisasi itu sudah tua. Tetapi cerita yang kita terima dari pimpinan Diniyyah Puteri adalah masa depannya. 

Artinya di usia 99 tahun itu, kata Anies, tidak dianggap usia yang tua melainkan dianggap usia awal dan Insya Allah kiprah Diniyyah Puteri Padang Panjang masih jauh ke depan.

"Bukti memiliki masa depan panjang, yakni bagaimana mereka dipersiapkan dan inilah salah kehebatan. Lembaga pendidikan dituntut harus belajar, jika belajar maka ia akan menjadi bagian dari masa lalu," ujarnya.

Diketahui, Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang dirikan oleh Ibunda Rahmah El Yunusiyyah pada tanggal 1 November 1923 pada zaman pemerintahan Belanda di Indonesia.

Rahmah El Yunusiah mendirikan Perguruan Diniyyah Puteri pada usia 23 tahun setelah mendapatkan inspirasi ketika mengikuti pendidikan pada Diniyyahh School yang didirikan oleh kakak kandungnya Zainuddin Labay El Yunusy di tahun 1915.

Baca Juga: Pj Gubernur Heru Hidupkan Lagi Jabatan Deputi, PKS: Selama Ini Cuma 'Parkiran' Pejabat

Dalam perkembangannya, Dinniyah Puteri pernah menjadi tempat penyatu tokoh-tokoh pejuang dan tokoh pemuda Islam di masa lalu.

Bunda Rahmah EL Yunusiyyah merupakan salah satu pendorong dan pendukung terlaksananya sumpah pemuda tahun 1928. [*]

Load More