Anies Baswedan bakal calon presiden dorong janji negara soal pengangkatan pendiri Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang sebagai pahlawan nasional. Hal itu ia ucapkan dalam kunjungannya ke Padang Panjang, Sabtu (3/12/2022) malam.
Anies Baswedan menurutkan ini adalah sebuah janji negara yang belum tuntas menjadikan Rahmah El Yunusiah sebagai pahlawan nasional yang seharusnya sudah terealisasi tahun 2012 namun masih tertunda sampai hari ini.
"Jadi ini yang harus kita dorong. Kami melihat peran Diniyyah Puteri ini dimulai dari kegemilangan ibu Rahmah El Yunusiah yang berjuang mendirikan Perguruan ini," katanya.
Anies Baswedan capres Partai NasDem membeberkan, bagaimana Al Azhar pada tahun 57 telah membuka program untuk perempuan. Artinya sudah 960 tahun lebih Al Azhar hanya dibuka hanya untuk laki-laki. Setelah itu baru dibukakan pintu untuk perempuan dunia.
"Saya melihat sebuah perjalanan gemilang dimasa lalu. Sebuah organisasi yang usianya panjang, berarti organisasi itu sudah tua. Tetapi cerita yang kita terima dari pimpinan Diniyyah Puteri adalah masa depannya.
Artinya di usia 99 tahun itu, kata Anies, tidak dianggap usia yang tua melainkan dianggap usia awal dan Insya Allah kiprah Diniyyah Puteri Padang Panjang masih jauh ke depan.
"Bukti memiliki masa depan panjang, yakni bagaimana mereka dipersiapkan dan inilah salah kehebatan. Lembaga pendidikan dituntut harus belajar, jika belajar maka ia akan menjadi bagian dari masa lalu," ujarnya.
Diketahui, Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang dirikan oleh Ibunda Rahmah El Yunusiyyah pada tanggal 1 November 1923 pada zaman pemerintahan Belanda di Indonesia.
Rahmah El Yunusiah mendirikan Perguruan Diniyyah Puteri pada usia 23 tahun setelah mendapatkan inspirasi ketika mengikuti pendidikan pada Diniyyahh School yang didirikan oleh kakak kandungnya Zainuddin Labay El Yunusy di tahun 1915.
Baca Juga: Pj Gubernur Heru Hidupkan Lagi Jabatan Deputi, PKS: Selama Ini Cuma 'Parkiran' Pejabat
Dalam perkembangannya, Dinniyah Puteri pernah menjadi tempat penyatu tokoh-tokoh pejuang dan tokoh pemuda Islam di masa lalu.
Bunda Rahmah EL Yunusiyyah merupakan salah satu pendorong dan pendukung terlaksananya sumpah pemuda tahun 1928. [*]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!
-
Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026
-
Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan
-
Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula