Pejabat (Plt) Gubernur Banten Al Muktabar telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Provinsi Banten tahun 2023 mulai dari Rp2.944.665 untuk Kabupaten Lebak hingga Rp4.657.222 Untuk Kota Cilegon.
"SKnya malam tadi sudah dikeluarkan oleh pak gubernur. Kota Cilegon paling tinggi," kata Septo Kalnadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, di Serang, Rabu (8/12/2022).
"Keputusan Gubernur Banten ini berlaku mulai 1 Januari 2023," kata Septo menambahkan.
Dalam Lampiran Keputusan Gubernur Banten Nomor 561/Kep.318-Huk/2022 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Banten Tahun 2023, Pj Gubernur Banten, Al Muktabar telah menetapkan kenaikan UMK di Provinsi Banten sekitar dari 6,17 persen menjadi 7,30 persen.
Peningkatan tertinggi di Kota Cilegon sebesar 7,30%, dari Rp4.340.254 pada tahun 2022 menjadi Rp4.657.222 pada tahun 2023.
Peningkatan terendah tercatat di Kabupaten Lebak sebesar 6,17%, dari Rp2.773.590 menjadi Rp2.944.665.
Keputusan gubernur itu, kata Septo, untuk memenuhi ketentuan Pasal 30 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan sebagai turunan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, berdasarkan surat Keputusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 91/PUU-XVIII/2020 pada tanggal 25 November 2021 dinyatakan masih berlaku.
Penetapan UMK 2023 untuk Provinsi Banten juga memperhitungkan dampak pandemi COVID-19 yang telah sangat mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
Kebijakan penetapan UMK Provinsi Banten tahun 2023 dalam rangka pemulihan ekonomi Provinsi Banten.
Baca Juga: Gerard Pique Bakal Kembali ke Pangkuan Shakira, Clara Chia: Tak Tahan
Saat penetapan UMK Provinsi Banten tahun 2023, Pj Gubernur Banten juga memperhatikan surat rekomendasi dari bupati dan walikota seluruh Provinsi Banten untuk menetapkan UMK Kabupaten/Kota.
Besaran jumlah UMK Kabupaten/Kota di Provinsi Banten tahun 2023, yakni Kabupaten Pandeglang adalah Rp 2.980.351,46; Kabupaten Lebak Rp 2.944.665,46; Kabupaten Serang Rp 4.492.961,28; Kabupten Tangerang Rp. 4.527.688,52; Kota Tangerang Rp. 4.584.519,08; Kota Tangerang Selatan Rp. 4.551.451,70; Kota Cilegon Rp 4.657.222,94; dan kota Serang IDR 4.090.799,01.
“Jadi ada berapa kenaikan, rata-ratanya 6 persen, bahkan ada yang lebih tinggi dari 7 persen,” ujar Pj Gubernur Banten, Al Muktabar.
Al Muktabar juga menyampaikan kenaikan UMK di Kabupaten/Kota bervariasi karena berbagai faktor, tingkat inflasi, alfa dan tingkat pengangguran terbuka untuk setiap daerah berbeda. Maka dengan faktor itu, persentase kenaikan UMK berbeda-beda tiap kabupaten/kota.
"Metode perhitungan itu juga sudah ada aplikasinya, jadi begitu di entri data dengan beberapa faktor tadi, keluar kuantitatifnya," ujarnya.
Selain itu, kata Al Muktabar, keputusan UMK Kabupaten/Kota juga mempertimbangkan usulan Pemerintah Kabupaten/Kota. Dan pihaknya juga menyesuaikan serta berpegang pada peraturan norma hukum.
"Harapan saya bahwa kita perlu kondusif, melihat keadaan kita dengan faktor ekonomi yang perlu sama-sama kita jaga, maka mohon berkenan agar keputusan ini bisa diterima dengan sebaik-baiknya," pungkas Al Muktabar.
(Antara)
Tag
- # seputar serang
- # umk banten
- # umk cilegon
- # umk lebak
- # pj gubernur banten
- # al muktabar
- # upah minimum kabupatenkota
- # umk provinsi banten
- # gubernur banten
- # penetapan umk 2023
- # dampak pandemi covid-19
- # pertumbuhan ekonomi
- # inflasi
- # pemulihan ekonomi
- # bupati
- # walikota
- # kenaikan umk banten
Berita Terkait
-
Profil dan Harta Kekayaan Bupati Bangkalan Abdul Latif, Tersangka Suap Lelang Jabatan Rp 5,3M
-
Ketua MPR Bamsoet Nilai Penyelenggaraan Pemilu 2024 Mesti Dipertimbangkan Ulang Gegara Hal Ini
-
Putus dari Denny Caknan, Happy Asmara Dikabarkan sedang Dekat dengan Sosok Ini
-
Pengadilan Negeri Tangerang Sahkan Pernikahan Beda Agama
-
Bukan Uang Pribadi, Lesti Kejora Kumpulkan Donasi Rp 500 juta untuk Korban Gempa Cianjur
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pecah Telur! Toy Story 5 Jadi Film Terlaris 2026 usai Raup Rp18,3 Triliun
-
Usut Temuan Uang di Rumah Plt Gubernur Riau, KPK Dalami Kaitan dengan Kasus Abdul Wahid
-
Cara Menggunakan My FanCam di Galaxy Fold8, Nonton Konser Bisa Puas Pantau Aksi Bias
-
Mitchell Baker Cetak Sejarah usai Hattrick di Debut Piala AFF 2026, Ikuti Jejak Legenda Garuda
-
Pekerja Commute: Dari "Pepes" ke Pelaku Net Zero Emission yang Sukses
-
Rincian Harta Kekayaan Perry Warjiyo, Mundur Jadi Gubernur BI Setelah 8 Tahun Menjabat
-
Perry Warjiyo Mundur, Gimana Nasib Stabilitas Keuangan RI
-
Di Balik Remang Warung Pangku Gresik: HIV, Sifilis, hingga Jeratan Sabu Terbongkar
-
Serial Hollywood 'Reacher' Tayang di Mana? Ini Peran Agnez Mo dan Anggun C Sasmi
-
Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak