Suara.serang.com - Presiden Jokowi atau Joko Widodo kembali jadi pusat perhatian. Situasi jadi perdebatan lantaran negara bakal belanjakan rumah termasuk tanah buat kepala negara Indonesia tersebut saat purna tugas memimpin.
Tidak tanggung-tanggung luas tanah yang dibelikan negara untuk Presiden Joko Widodo seluas 3.000 meter persegi, yang harganya kisaran Rp 6 juta hingga 10 juta per meter persegi. Kemudian lokasi berada di Desa Gajahan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Lokasi tersebut menurut pemerintah kabupaten dan kecamatan setempat sangat layak huni, apalagi akses menuju tol Solo, Yogyakarta, Semarang dan menuju bandar udara maupun ke Jakarta hingga ke Surabaya sangat all akses.
"Kalau terkait pembelian lahan termasuk rumah untuk Jokowi, negara yang memberinya, dan luas itu mencapai 3.000 meter persegi," tutur Camat Colomadu, Sriyono Budi Santoso kepada wartawan, Jumat silam dalam pekan lalu.
Sekaitan dengan hal itu, putra Presiden Jokowi Gibran Rakabuming Raka bersuara. Walikota Solo itu pun mengaku belum tahu terkait pemberitaan negara memberikan dan atau membeli lahan, termasuk rumah untuk kepala negara Indonesia.
Sebelum Gibran memberikan respon, adapun terkait rumah pemberian negara terhadap kepala negara, tertuang dalam Peraturan Presiden Perpres Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pengadaan dan Standar Rumah bagi Mantan Presiden dan/atau Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia.
"Saya belum tahu jika beliau dapat rumah dari negara," kata Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo, Sabtu (17/12/2022).
Kemudian tidak mengetahui terkait rencana detail lainnya, "Saya belum tahu rencana detail seperti apa, tergantung beliau saja. Masa pensiun ya tergantung yang pensiun," ungkap Walikota Gibran Rakabuming.
Menurut informasi dari pemerintah kabupaten Karanganyar, prosesi tanah termasuk lainnya semua dalam proses Menteri Sekretaris Presiden.
Baca Juga: Viral Karena terlalu Seksi, Vita Bella Ditawari Produser untuk Main Film JAV
Bahkan rencana lahan yang akan diberikan kepada Presiden Jokowi disisa masa jabatan sebagai kepala negara dua periode memimpin Indonesia, pajaknya sudah dibayar termasuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) ke kas daerah Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
Bupati Karanganyar mengungkapkan, sesuai dengan prosedur, pengadaan tanah di Colomadu tersebut dilakukan oleh Menteri Sekretaris Presiden (Mensesneg).
"Tanah tersebut sudah dibayar termasuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak masuk ke kas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar," jelas Juliyatmono, Bupati Karanganyar, kemarin. [*]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI