/
Kamis, 29 Desember 2022 | 07:58 WIB
Anies Baswedan bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di HUT ke-11 Partai Nasdem di JCC, Jakarta, Jumat (11/11/2022). (ist/ dok IG @aniesbaswedan)

Ketua DPP Partai Nasdem Effendy Choirie atau yang akrab disapa Gus Choi kembali menjadi pelindung calon presiden yang diusung partainya, Anies Baswedan.

Gus Choi, melihat banyak tudingan miring yang diarahkan kepada mantan Gubernur DKI periode 2017-2022 tersebut.

Beberapa waktu lalu, dia membela Anies yang dituding sebagai "bapak politik identitas", justru Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lah yang sebenernya memunculkan stigma itu.

Kali ini, Gus Choi kembali membela mantan Rektor Paramadina tersebut yang dituduh sebagai ujung tombak kelompok oposisi untuk melawan istana.

Menurutnya, justru Anies lah yang terus menerus menjadi "sasaran tinju" pihak pemerintahan. 

Coba lihat, perilaku Anies selama dia memerintah, perlawanan apa yang dilakukan kepada pemerintah pusat? Tidak ada," tanya Gus Choi, dikutip dari program MNC NEWS di kanal YouTube Official iNews, Rabu (28/12/2022).

Padahal, Anies sebagai sosok yang lurus dan baik. 

"Justru pemerintah pusat melakukan perlawanan kepada Anies. Jadi Anies ini orang baik-baik saja, lurus-lurus saja," sambungnya.

Ketua DPP Partai Nasdem Effendy Choirie (sumber: YouTube/Indonesia Lawyers Club)

Meski demikian dia mengaku tidak mengambil pusing dengan semua stigma yang diarahkan kepada calon presidennya. Pernyataanya tersebut seolah menegaskan anggapan pengamat politik, Adi Prayitno bahwa Partai Nasdem sedang membangun narasi dizalimi pemerintahan Jokowi.

Baca Juga: Hasil Liga Inggris: Manchester City Libas Leeds 3-1, Erling Haaland Cetak Brace

"Tapi dibayangkan sedemikian rupa (jadi cawan oposisi), ya alhamdulillah juga," seloroh Gus Choi.

Gus Choi juga menegaskan partainya menjaga standar loyalitas termasuk berkomitmen mendukung Pemerintahan Jokowi sejak 2014.

Bahkan mendukung beberapa kebijakan pemerintah yang sulit diterima publik, meski Partai Nasdem saat ini seolah sedang dikucilkan pasca pencapresan Anies Baswedan.

Namun, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai komitmen dukungan Partai Nasdem memiliki makna terselubung. Bahkan, dia melihat partai besutan Surya Paloh itu sebenarnya memang ingin di depak dari pemerintahan.

"Saya justru membayangkan bahwa inilah yang sebenarnya diinginkan oleh Gus Choi dan kawan-kawan. Mereka itu dikeluarkan. Mereka nggak mungkin keluar, tapi nunggu dikeluarkan, ini yang sebenarnya ditunggu," jelas Adi.

Dengan begitu, jika kader partai Nasdem di-Reshuffle dari Kabinet Indonesia Maju, mereka mendapat amunisi untuk membangun narasi dizalimi oleh pemerintahan Jokowi.

Load More