News / Metropolitan
Minggu, 03 Mei 2026 | 09:21 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. [Suara.com/Tsabita]
Baca 10 detik
  • Gubernur Pramono Anung menyatakan Pemprov DKI Jakarta siap mendukung PT KAI membenahi perlintasan sebidang kereta api tanpa penjagaan.
  • Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta Barat pada 2 Mei 2026 sebagai respon atas maraknya kecelakaan di perlintasan.
  • Kolaborasi antara Pemprov DKI dan PT KAI diharapkan mampu meningkatkan sistem keselamatan serta menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk mendukung PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam membenahi persoalan perlintasan sebidang kereta api di wilayah ibu kota, terutama yang selama ini tidak memiliki penjagaan.

Meski secara regulasi kewenangan pengelolaan jalur kereta api berada di tangan PT KAI, Pemprov DKI Jakarta menegaskan tidak akan lepas tangan jika dibutuhkan kolaborasi demi keselamatan warga.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung saat ditemui awak media di Hotel Mercure Jakarta Grogol, Jakarta Barat, pada Sabtu (2/5/2026).

"Seperti kita ketahui bersama, untuk lintasan rel kereta api itu memang menjadi tanggung jawab atau kewenangan dari KAI," ujar Pramono saat menjawab pertanyaan jurnalis terkait maraknya perlintasan sebidang tanpa penjagaan yang rawan kecelakaan.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya senantiasa mematuhi pembagian wewenang yang berlaku.

Namun, mengingat perlintasan sebidang bersinggungan langsung dengan mobilitas warga Jakarta di jalan raya, Pemprov DKI membuka pintu lebar untuk koordinasi lebih lanjut.

"Sehingga dengan demikian Pemerintah DKI Jakarta kalau kemudian ada penugasan yang diberikan, kami akan dengan senang hati untuk memberikan support kepada KAI," lanjutnya.

Keselamatan di perlintasan sebidang kembali disorot karena masih banyak titik tanpa palang dan penjagaan resmi.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Kereta Api Indonesia diharapkan mampu menekan angka kecelakaan.

Baca Juga: Angka Putus Sekolah Tinggi, Pramono Buka Opsi Tambah Sekolah Gratis

Perhatian ini menguat setelah insiden KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026), yang dipicu taksi tertemper di perlintasan tanpa penjagaan, kembali menegaskan pentingnya peningkatan sistem keselamatan. (Dinda Pramesti K)

Load More