Pengalaman buat kita semua, agar tidak ingin bernasib sama seperti yang dialami dunsanak kita David Robertson Pardosi.
Warga Desa Larangan, Kecamatan Candi, Sidoarjo jadi korban penipuan. Karena tidak sengaja klik tautan atau link yang masuk ke kotak pesan WhatsApp-nya.
Bak disambar petir di siang bolong, David Robertson Pardosi terkejut saat mengetahui uang tabungan di rekening BRI senilai lebih kurang Rp40 juta raib seketika.
Ia pun bersama istri melaporkan kejadian itu ke Polresta Sidoarjo dan pihak bank. Peristiwa yang ia alami bermula ketika pesan berisi tautan atau link masuk ke kotak pesan App WA handphone-nya.
Pada profil pengirim pesan tampak logo salah satu perusahaan layanan ekspedisi, katanya. Saat membuka pesan David tidak sengaja menekan tautan link.
Pada pesan itu tutur David, ada kalimat penyerta, yakni pesan berisi bahwa ia adalah kurir yang hendak mengirim barang berupa paket.
Merasa itu benar, karena memang sebelumnya, aku David kalau saudaranya akan titip paket untuk mereka. Sehingga tidak muncul kecurigaan sama sekali. Walau memang David dan istri tidak sedang dalam memesan barang paket dari mana pun.
Usai klik tautan itu, penipu mengarahkan mereka ke layanan yang berisi format pengisian data. Mulai itu dari nama, alamat rumah, nomor telepon serta beberapa hal yang penipu butuhkan.
Yang anehnya, layanan pengisian itu berupa aplikasi yang otomatis terinstal di ponsel pintar. Selang beberapa lama, David Robertson Pardosi kemudian curiga, lalu menghapus aplikasi itu.
Baca Juga: Unggah Foto Memakai Kemeja Putih Seksi, Wulan Guritno Mengaku Suka yang Transparan
Sementara data pribadi telah terisi dalam aplikasi non-resmi (APK), David tak pikir panjang kemudian menghapus aplikasi tersebut.
Tidak berapa lama kembali muncul pesan anonim ke WA, tapi mereka tidak menggubris. Kemudian muncul pesan SMS-banking.
"Itu ada delapan kali sms dalam waktu lebih kurang setengah jam," kata David.
Curiga dengan pesan tersebut, kemudian David Robertson Pardosi mengecek ke mesin Anjungan Tunai Mandiri (Automatic Teller Machine). Betapa terkejutnya ia ketika melihat saldo tabungan raib lebih kurang Rp40 juta.
Korban penipuan phishing WhatsApp itu melaporkan ke Mapolresta Sidoarjo. "Laporan dari korban telah kami terima, dan telah kami teruskan ke Satreskrim," ujar Kasi Humas Polresta Sidoarjo, Iptu Tri Novi Handono.[*]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Penjelasan Unhas Terkait 28 Mahasiswa Disebut Diskor Karena Kritik Program MBG
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Siap Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan
-
Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga
-
Kawasaki KLX150 Termurah Tipe Apa? Segini Harga dan Spesifikasinya
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Kasus BPK Sumsel: Ini Daftar Tersangka dan Pihak yang Masih Diperiksa KPK
-
FIFA Angkat Tangan, Nasib Thomas Partey di Piala Dunia 2026 di Ujung Tanduk
-
Betrand Peto ke Sarwendah: Bun, Pernah Ingat Bagaimana Kalian Hasut Keluargaku di NTT?