/
Jum'at, 27 Januari 2023 | 22:24 WIB
Ilustrasi petugas tenaga kesehatan dari puskesmas memberikan biskuit saat mekakuan kunjungan pemeriksaan rutin kepada anak yang menderita stunting di Muara Labuh, Solok Selatan, Sumatera Barat. (SuaraSerang/Wawan Kurniawan)

Jokowi turut bahas tentang biskuit

Presiden Jokowi saat memberikan arahan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Rabu (25/1/2023). (YouTube Sekretariat Presiden) (sumber:)

Berangkat dari adanya temuan biskuit PMT yang telah kadaluarsa tersebut,  presiden Joko Widodo atau Jokowi turut angkat bicara dengan menyindir Kementerian Kesehatan. 


Hal itu dikatakan Jokowi saat memberikan arahan pada pembukaan rakernas  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada Rabu (25/01/2023).


Presiden minta agar pemberian biskuit untuk anak-anak itu dihentikan, karena kementerian dan lembaga yang terkait sepertinya terkesan hanya mencari cara gampangnya saja.


"Karena yang lalu-lalu saya lihat di lapangan dari K/L masih memberikan biskuit pada anak, cara mudahnya saya tahu. Lelangnya gampang,” ungkap Jokowi.


Presiden juga mempertanyakan soal tidak adanya pemberian makanan yang lebih bergizi untuk anak-anak, seperti telur dan ikan.


Menurut orang nomor satu di Indonesia itu, Kementerian/Lembaga lebih memilih makanan kedehatan dari pada telur dan ikan yang jelas memiliki nilai gizi yang lebih tinggi.


"Kalau telur, ikan kan gampang busuk, gampang rusak, cari cara mudahnya saja. Jangan dilakukan lagi. Kalau anak bayinya harus diberikan telur, ya telur, ikan, yang sederhana saja. Jangan lakukan ini lagi. Kalau anak bayinya harus dikasih telur, ya telur, ikan, ya ikan,” ujar Jokowi.

Load More