Bagi penyuka sajak dan ingin menulis sajak kamu bisa mengikuti cara eyang Sapardi Djoko Damono ini.
Orang yang suka menulis sajak atau puisi biasanya merasakan kesenangan tersendiri. Bagaimana mengungkapkan apa yang terjadi di lingkungannya, dirinya melalui kata-kata yang terpilih.
Setiap masa selalu ada penulis-penulis sajak baru yang bermunculan. Tak ayal jika ke toko buku banyak juga ditemukan antologi puisi .
Sederet nama yang sudah malang melintang terkait sajak seperti Chairil Anwar, Rendra, Afrizal Malna, Goenawan Mohamad, hingga Sapardi Djoko Damono.
Puisi karya Sapardi memiliki daya tarik tersendiri. Meskipun sudah berpulang 2020 lalu, puisi dan sajaknya masih saja dibahas hingga saat ini.
Berikut, lima tips menulis sajak ala Sapardi Djoko Damono.
1. Sediakan Jeda
Kebanyakan orang menulis puisi sedang sedih atau sedang jatuh cinta. Namun Sapardi memberikan tips bahwa sebaiknya untuk menulis sajak hendaknya diberi jeda. Penulis menurutnya tidak boleh terlibat secara emosional dengan apa yang ditulisnya.
Puisi yang ditulis saat jatuh cinta tanpa ada jeda akan terlihat cengeng, jika ditulis saat marah maka puisinya akan cendrung melambangkan kemarahan.
2. Tulis yang dekat
Karya sastra menurut Sapardi diciptakan untuk dinikmati. Bukan untuk dipaksakan memasukkan suatu arti.
Maka sebaiknya menulis sajak tulislah yang dekat dan mendekatkan sajak tersebut dengan lingkungan sekitar. Sajak itu ada di sekitar kita.
Baca Juga: 5 Jenis Kanker yang Dialami Mayarakat Indonesia Terbanyak Kanker Payudara
3. Hindari Plagiat Karya Sendiri
Hal ini banyak dilakukan oleh penulis karena ketidaktelitiannya. Plagiasi adalah cara yang tidak terpuiji, apalagi memplagiasi tulisan sendiri.
Hendaknya, penulis sajak lebih kreatif dan menemukan hal yang baru untuk karyanya. Berbagai cara bisa dilakukan seperti membaca buku sebab banyak kata-kata baru yang bisa ditemukan jika sering membaca.
4. Samarkan Makna Puisi
Sapardi mengatakan elemen penting dalam sajak adalah menyampaikan perasaan dengan samar-samar, sederhana, dan menyatukan dengan alam sekitar.
jadi di sini dilihat bagaimana kelihaian penulis menyamarkan perasaatnya dalam bait-bait puisi.
5. Hindari sajak gelap
Sajak gelap yang dimaksud Sapardi adalah sajak yang hilang kontak dengan pembacanya. Jika ini terjadi tujuan penulis patut dipertanyakan lagi, bukankah karya sastra yang baik adalah yang menemui pembacanya.
Itulah lima tips menulis sajak dari penulis Buku Hujan Bulan Juni. Semoga bermanfaat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kabar Duka, Muhammad Imam Muslimin 'Yai Mim' Meninggal Dunia
-
DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna
-
Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul
-
Groundbreaking JLKT dan Peresmian Air Bersih, Khofifah Wujudkan Bromo Aman dan Berkelanjutan
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Ketika Bernadya Rela Pakai Kacamata Demi Satu Orang: Review Jujur Lagu "Rabun Jauh"
-
Kelakuan Bejat Mahasiswa Untirta: Tak Hanya Rekam Dosen di Toilet, Pernah Beraksi di SPBU
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
Holding Ultra Mikro BRI Solidkan Sinergi, Perluas Akses dan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan