Selama agenda di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) -Sumatera Utara, Wapres RI Ma'ruf Amin didampingi Wury Ma’ruf Amin (Wury Estu Handayani) dalam pengawalan sniper dan spotter yang berasal dari Batalyon Infanteri 123 Rajawali atau Yonif 123/RW.
Selain tim sniper juga beberapa aparat pasukan pengamanan gabungan dari TNI dan Polri serta lembaga lainnya termasuk Badan Intelijen Negara (BIN).
Lalu apa tugas seorang Sniper?
Melansir dari berbagai sumber termasuk dari laman tnidotmildotid, tugas seorang sniper atau penembak runduk merupakan prajurit infanteri terlatih secara khusus.
Punya kemampuan membunuh dari jarak jauh menggunakan senjata, dan merupakan eksekutor untuk menuntaskan misi baik secara mandiri, melaporkan informasi penting, dan tepat sasaran.
Seorang sniper menguasai teknik bersembunyi, menggunakan pakaian ghillie (pakaian kamuflase), ahli mengintai dan mengamati dan punya kemampuan infiltrasi garis depan. Biasanya sniper berada di tingkat batalyon atau kompi.
Seorang sniper dibantu oleh spotter, dan itu mutlak. Sebab, walau sniper punya kualifikasi tempur yang bagus. Sosok sniper juga perlu bantuan, itulah kemudian dikatakan spotter.
Apa tugas seorang Spotter?
Spotter adalah prajurit terlatih dan mendukung kerja sniper sebagai eksekutor untuk mempertahankan diri serta mengeksekusi sasaran secara kompleks dan tepat.
Baca Juga: Jurnalis Perempuan Kena Kekerasan Seksual OTK di Rakernas Partai Ummat
Sniper meskipun lihai dan jago menghitung jarak, koreksi hasil tembakan. Spotter ikut membantu untuk memberikan perlindungan terhadap sniper. Penembak runduk dan spotter wajib saling kerja sama. Spotter juga memegang senjata otomatis guna melindungi penembaknya.
Demikianlah informasi tentang tugas kerja sniper dan spotter dalam pengamanan petinggi baik itu TNI dan Polri serta Presiden dan Wakil Presiden di Indonesia. [*]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional