/
Sabtu, 18 Februari 2023 | 19:36 WIB
Annisa Sakinah kini dalam proses pendalaman Satreskrim Polres Tangerang Selatan. (Instagram/@annisasknh)

Seorang mahasiswa cewek alami tidak kekerasan dan penganiayaan oleh pria magang di perusahaan papanya bekerja di Puri Kemangan.

Kasus penganiayaan terhadap cewek bernama Annisa Sakinah kini dalam proses pendalaman Satreskrim Polres Tangerang Selatan.

Cewek bernama Annisa itu merupakan mahasiswa di Universitas Pelita Harapan (UPH). Ia mendapat perlakuan tindak kekerasan dari Benedict Jevon Kusuma.

Terduga pelaku aniaya bernama Benedict Jevon Kusuma merupakan mahasiswa UPH, dan juga seorang cowok magang di tempat bekerja papanya di A***a, Puri Kemangan, tulis akun @ann*s*sknh8. seperti dikutip Suara.com, Sabtu (18/2/2023).

Kasi Humas Polres Tangerang Selatan Ipda Galih kepada jurnalis menyebutkan, jika korban aniaya cowok magang di perusahaan papanya bekerja telah membuat laporan ke kantor polisi.

"Kami menerima  laporan korban per 15 Februari 2023, laporan mahasiswa itu terkait tindak kekerasan penganiayaan," ucap Ipda Galih.

Menurut laporan korban penganiayaan oleh sesama mahasiswa UPH, terjadi 25 November 2022.

"Tim Satreskrim Polres Tangerang Selatan sedang mendalami kasus penganiayaan terhadap perempuan itu," ucap Galih.

Annisa Sakinah kata Ipda Galih telah melakukan visum. Ia juga mengalami luka.

Baca Juga: CEK FAKTA: Cristiano Ronaldo Akhirnya Nikahi Georgina di Arab Saudi, Betulkah?

Cewek Ini Kena Aniaya Cowok Magang di Perusahaan Papanya Bekerja (sumber: Twitter/@annisasknh8)

"Ada luka yang ia alami berdasar hasil visum Rumah Sakit Medika Tangerang Selatan," ungkapnya.

Informasi yang berbeda, Serang.Suara.com melansir data dari salah satu akun Twitter. Pada unggahan itu pemilik akun mengaku korban dan menceritakan kisahnya.

""Aku Annisa Sakinah Mahasiswi UPH management business angkatan 2022 telah dianiaya oleh Benedict Jevon Kusuma mahasiswa UPH yang sekarang sedang magang di tempat bekerja papanya di A***a," tulis akun @ann*s*sknh8.

Ia mengaku kena tonjok, dibanting serta kena seret oleh pelaku. Katanya lagi, dugaan kekerasan kali pertama ia alami 7 Juni 2022.

Ada empat kali penganiayaan yang mahasiswi cantik  itu alami sejak 7 Juni 2022. Bukan saja fisik, melainkan juga kekerasan verbal.'

Parahnya lagi ketika kali keempat, ia mendapat pukulan secara membabi buta karena korban memilih turun dari mobil pelaku.

Load More