- Menteri Keuangan mengidentifikasi penyebab utama penonaktifan peserta JKN segmen PBI adalah penghapusan 11 juta peserta mendadak.
- Penghapusan masif 11 juta peserta PBI JKN terjadi pada Februari 2026, jauh lebih besar dari rata-rata sebelumnya.
- Menkeu menyarankan penonaktifan bertahap untuk menghindari kejutan sosial daripada penghapusan mendadak dalam satu waktu.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan biang kerok penonaktifkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang menuai polemik beberapa waktu belakangan.
Menkeu Purbaya menerangkan kalau ini terjadi lantaran adanya 11 juta peserta yang tiba-tiba dihapus dari daftar penerima bantuan per bulan Februari.
"Ini saya di Kementerian Keuangan mencoba menganalisa, kenapa sebelumnya enggak ada keributan-keributan terus akhirnya tiba-tiba ada keributan," katanya dalam Rapat Konsultasi Pimpinan Komisi DPR RI dengan Pemerintah terkait Jaminan Sosial yang disiarkan virtual, Senin (9/2/2026).
Dalam analisisnya, Purbaya memperlihatkan adanya penghapusan 11 juta peserta PBI JKN di Februari 2026. Angka itu setara hampir 10 persen dari total PBI JKN 96,8 juta orang.
Jika dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, penonaktifan PBI JKN hanya sebesar 7 juta. Bahkan rata-rata penonaktifan rata-rata bisa 1 juta di beberapa bulan lalu.
"Jadi ini yang menimbulkan kejutan kenapa tiba-tiba ramai di bulan Februari tahun ini. Karena sedemikian besar orang yang terpengaruh dan mereka tidak tahu bahwa mereka sudah tidak masuk dalam daftar lagi, sehingga ya kerasa lah itu," papar dia.
"Kalau 10 persen enggak ada kan kerasa tuh. Kalau 1 persen ya enggak ribut orang-orang. Begitu 10 hampir, yang sakit tuh hampir semuanya kena tuh, dugaan saya ya," lanjutnya lagi.
Maka dari itu Purbaya menyarankan agar kebijakan ini diperhalus lewat mencicil penonaktifan penerima PBI JKN yang memang tidak berhak menerima bantuan.
"jadi ini yang mesti dikendalikan ke depan. Kalau ada angkanya drastis seperti ini ya di-smoothing sedikit lah, di-refresh tiga bulan, empat bulan, atau lima bulan terserah lah. Tapi jangan menimbulkan kejutan seperti itu," tegasnya.
Baca Juga: Geger Data BPJS-PBI Februari 2026, Menkeu: Jangan Bikin Kejutan yang Merugikan
Berita Terkait
-
Geger Data BPJS-PBI Februari 2026, Menkeu: Jangan Bikin Kejutan yang Merugikan
-
Cara Mengecek Apakah BPJS PBI Masih Aktif atau Tidak Agar Tetap Bisa Berobat
-
Kemensos Temukan Puluhan Juta Warga Miskin Belum Terlindungi PBI JKN
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
Dalih Tepat Sasaran, Pemerintah Akui Blokir 11,53 Juta Peserta PBI-JKN
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
Terkini
-
Purbaya Sentil Dirut BPJS Kesehatan Imbas Gaduh PBI JKN: Image Jelek, Pemerintah Rugi
-
BEI: 267 Emiten Belum Penuhi Free Float 15 Persen
-
Status BPJS Kesehatan 11 Juta Warga Diklaim Aktif Otomatis Pekan Depan
-
Kementerian PU Bangun Huntara Modular untuk 202 KK di Aceh, Target Rampung Sebelum Ramadan
-
Keputusan Pengambilan Tambang Martabe Milik Agincourt Berada di Tangan Prabowo
-
Dalih Tepat Sasaran, Pemerintah Akui Blokir 11,53 Juta Peserta PBI-JKN
-
KB Bank dan Bali United FC Jalin Kerja Sama Strategis untuk Perluas Inklusi Keuangan Masyarakat
-
Kerugian Ritel Mengintai Saat Kasir 'Nge-hang'
-
IHSG Rebound ke Level 8.000 di Sesi I, 440 Saham Hijau
-
7 Tanda Keuangan Sehat yang Wajib Disyukuri di Tengah Kenaikan Biaya Hidup