- Kementerian PU membangun Huntara Modular di Bener Meriah, Aceh, menggunakan konstruksi baja prefabrikasi untuk 228 KK.
- Menteri Dody Hanggodo menargetkan penyelesaian Huntara Modular rampung pada minggu pertama Ramadan 2026.
- Fasilitas pendukung mencakup utilitas lengkap, area hijau, serta fasilitas sanitasi, termasuk untuk difabel.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun Hunian Sementara Modular (Huntara Modular) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Pembangunan hunian sementara ini ditargetkan rampung sebelum Ramadan agar segera dapat ditempati warga.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, telah meninjau ke lokasi untuk memastikan progres pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana penanganan darurat pascabencana.
Pembangunan Huntara Modular tersebut dilaksanakan melalui Satuan Kerja Prasarana Strategis Aceh, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan hunian sementara yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak.
Dody mengatakan, perkembangan pembangunan masih sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sejak awal. Ia menyatakan target penyelesaian tetap mengacu pada rencana semula.
“Progresnya masih sesuai schedule. Insya Allah minggu pertama Ramadan ini bisa selesai total untuk 202 KK. Lokasi ini luasnya sekitar 3 hektare, dan sebagian besar akan kita manfaatkan sebagai ruang terbuka hijau, ada tempat bermain, tempat ibadah, dan fasilitas publik lainnya,” ujar Dody kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Huntara Modular di Kabupaten Bener Meriah dibangun menggunakan metode konstruksi modular baja prefabrikasi. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 30.000 meter persegi atau sekitar 3 hektare.
Total luas bangunan Huntara Modular ini mencapai 4.855 meter persegi. Dari luasan tersebut, kawasan hunian terdiri dari 19 blok bangunan dengan luas modul mencapai 3.672 meter persegi yang mencakup 228 modul.
Baca Juga: Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues
Selain bangunan hunian, pemerintah juga menyiapkan area non-hunian seluas 2.210 meter persegi. Area tersebut digunakan untuk fasilitas pendukung seperti toilet dan selasar guna menunjang aktivitas penghuni.
Hunian sementara ini dirancang untuk menampung 228 kepala keluarga. Fasilitas sanitasi yang disediakan meliputi 114 unit shower, 114 unit kloset, serta empat unit fasilitas ramah difabel.
Sistem pendukung hunian juga disiapkan secara lengkap. Penyediaan air bersih bersumber dari sumur bor, pengolahan air kotor menggunakan sistem biotank, sementara pasokan listrik disuplai dari jaringan PLN.
Dody menambahkan, kesiapan calon penghuni juga telah diperhitungkan seiring dengan percepatan pembangunan hunian sementara tersebut. Proses relokasi warga disebut sudah siap dilakukan.
“Calon penghuninya sudah siap. Harapannya di awal-awal Ramadan masyarakat yang terdampak sudah bisa langsung menghuni. Saat ini memang masih on progress, tapi kita akan kejar agar selesai tepat waktu,” ucapnya.
Selain hunian, kawasan Huntara Modular turut dilengkapi dengan perencanaan penataan kawasan yang terintegrasi.
Berita Terkait
-
Pulihkan Layanan Dasar, Kementerian PU Percepat Rehabilitasi Sanitasi Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Kementerian PU Ingatkan Truk ODOL: Dilarang Lewat Jembatan Bailey di Lokasi Bencana Sumatera
-
Kementerian PU Rilis Portal Data Real Time Penanganan Bencana Sumatera
-
Kementerian PU Targetkan Pengungsi Aceh Keluar Tenda Sebelum Ramadan
-
Menteri PU Dody Hanggodo: Pemulihan Pascabencana Sumatera Paling Cepat 2 Tahun!
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
Terkini
-
Status BPJS Kesehatan 11 Juta Warga Diklaim Aktif Otomatis Pekan Depan
-
Purbaya Ungkap Biang Kerok Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang Diprotes Warga
-
Keputusan Pengambilan Tambang Martabe Milik Agincourt Berada di Tangan Prabowo
-
Dalih Tepat Sasaran, Pemerintah Akui Blokir 11,53 Juta Peserta PBI-JKN
-
KB Bank dan Bali United FC Jalin Kerja Sama Strategis untuk Perluas Inklusi Keuangan Masyarakat
-
Kerugian Ritel Mengintai Saat Kasir 'Nge-hang'
-
IHSG Rebound ke Level 8.000 di Sesi I, 440 Saham Hijau
-
7 Tanda Keuangan Sehat yang Wajib Disyukuri di Tengah Kenaikan Biaya Hidup
-
Dialog AS - Iran Redam Harga Minyak Dunia
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat