Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta dengan tegas kepada Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo untuk menjelaskan kepada publik perihal harta kekayaanya yang membengkak sejak menjabata menjadi orang nomor satu di Ditjen Pajak Kementerian Keuangan.
"Jelaskan dan sampaikan kepada masyarakat/publik mengenai jumlah Harta Kekayaan Dirjen Pajak dan dari mana sumbernya seperti yang dilaporkan pada LHKPN," kata Sri Mulyani dikutip darinakun Instagram pribadinya, Minggu (26/2/2023).
Permintaan ini dikeluarkan Sri Mulyani setelah publik menyoroti gaya hidup mewah pejabat pajak termasuk Dirjen Pajak Suryo Utomo yang harta kekayaannya melonjak setelah menjabat.
Jika menilik situs Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPJ) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harta yang dimiliki Suryo Utomo pada tahun 2017 sekitar Rp6,13 miliar. Kemudian menurut laporan LHKNP ditahun 2021 hartanya melonjak hingga Rp8,3 miliar menjadi Rp14,4 miliar.
Sebelumnya gaya hidup dan kekayaan pegawai pajak menjadi sorotan publik setelah kasus Rafael Alun Trisambodo terungkap. Rafael yang merupakan ayah dari pelaku penganiayaan Mario Dandy Satriyo (20) merupakan pegawai eselon III Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan.
Meski hanya memiliki jabatan sebagai Kepala Bagian Umun namun harta kekayaannya bernilai Fantastis. Berdasarkan LHKPN tahun 2021 kekayaan yang dimilikinya sekitar Rp56 miliar.
Kekayaan Rafael sendiri terbongkar setelah kasus penganiayaan anaknya Mario Dandy Satriyo kepada putera dari salah satu pengurus GP Ansor Cristalino David Ozora viral. Dandy yang saat melakukan penganiayaan membawa mobil mewah Rubicon diketahui juga kerap memamerkan kekayaan orang tuanya di akun media sosial miliknya.
Rafael sendiri sudah mengundurkan diri menjadi ASN Ditjen Pajak pada Jumat (24/2/2023) lalu karena adanya kasus ini.
Baca Juga: Ekonomi Bali Mulai Pulih, Sandiaga Uno Targetkan Pelaku UMKM Go Global
Tag
Berita Terkait
-
Tegas!! Sri Mulyani Minta Club Moge Pegawai Pajak Belasting Rijder Dibubarkan
-
Geram Sri Mulyani Lihat Dirjen Pajak Suryo Utomo Gegayaan Naik Moge: Bubarkan Klub Belasting Rijder DJP!
-
Akhir Februari 2023, Suahasil Nazara Pastikan Pegawai Kemenkeu Patuh Lapor LHKPN Tuntas
-
Buntut Kasus dan Mobil Rubicon Anak Rafael Alun Trisambodo, Wamenkeu Suahasil Nazara: Pegawai Kemenkeu Wajib Lapor Harta Kekayaan
-
Sanksi Tidak Lapor LHKPN: Potong Tunjangan, Turun Jabatan hingga Pemberhentian
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Aurora Ribero Bicara Soal Arti Support System di Film Nobody Loves Kay
-
Keributan Sesama Pria Asal Brunei di Blok M Berujung Maut, Satu Orang Tewas
-
Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?
-
Punya Fitur Torque Splitter ala Mobil Balap, Sehebat Apa Handling Audi S3 Verve Edition?
-
Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai
-
Pekanbaru Resmi Tetapkan Siaga Darurat Karhutla hingga 30 November 2026
-
Mitsubishi Destinator Bawa Standar Baru SUV Tujuh Penumpang dengan Kabin Praktis
-
Lebih dari 8 Ribu Penumpang Padati Terminal Arjosari Malang Saat Idul Adha
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Ulasan Novel Periculo: Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian