Kini giliran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) blokir rekening konsultan pajak, yang diduga berkaitan dengan sumber harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Pemblokiran rekening bank itu langsung dikatakan Ketua PPATK Ivan Yustiavandana kepada jurnalis, Jumat 3 Maret 2023.
Alasan PPATK memblokir karena diduga akun rekening bank itu sebagai nomine (pengguna nama lain) terkait harta ayah Mario Dandy Satrio, tersangka penganiayaan David anak pengurus GP Ansor.
Bukan saja rekening bank konsultan yang mereka blokir, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan turut mengunci rekening bank lainnya, yang memang diduga kuat bertalian dengan transaksi keuangan Rafael Alun Trisambodo.
"Ya, ada juga beberapa pihak lainnya yang kami kunci," ungkap Ketua PPATK Ivan Yustiavandana.
PPATK mensiyalir dari temuan itu terkait dugaan pencucian uang (TPPU) alias professional money launderer. Itu sebabnya kata Ivan, mereka memblokir atau mengunci akun rekening bank pihak lain.
"Kami sinyalir professional money launderer yang selama ini bertindak untuk kepentingan Rafael Alun Trisambodo," kata Ivan Yustiavandana.
KPK Ungkap Transaksi Agak Aneh Milik Rafael Alun
Sebelumnya mantan Dirjen Pajak Kemenkeu, Rafael Alun Trisambodo diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK, terkait klarifikasi harta kekayaan yang ia miliki.
Yang mana nilai total dari harta kekayaan itu sebesar Rp 56,1 miliar, dan masing-masing surat berharga senilai Rp 1 miliar lebih yang tercantum dalam LHPKN.
Walau demikian, dari proses klarifikasi tersebut rupanya PPATK mencium adanya transaksi agak aneh milik Rafael Alun. Informasi itu berdasarkan hasil penyelidikan pada tahun 2012 silam ke KPK.
Ketika itu Ketua KPK pada tahun itu adalah Abraham Samad. Bahkan, informasi sekait dengan transaksi "agak aneh" tersebut juga disindir oleh Menko Polhukam Mahfud MD.
"Ada transaksi mencurigakan tahun 2012, dan telah dilaporkan ke KPK. Transaksi mencurigakan itu tepat di saat Abraham Samad menjabat sebagai Ketua KPK periode 2011-2015," ungkap Mahfud MD melansir laporan Serang.com partner Suara.com, Jumat (3/3/2023).
PPATK juga mengaku memang telah melaporkan transaksi agak aneh atau mencurigakan itu ke KPK, tapi tidak ada kabar kelanjutannya. Hingga saat ini Rafael Alun Trisambodo dalam bidikan publik.
Bukan saja terkait kasus perkara anaknya Mario Dandy Satrio usai menganiaya Cristalino David Ozora, anak pengurus GP Ansor, Jonathan Latumahina. Melainkan mempertaruhkan jabatan hingga penelusuran sumber harta kekayaan suami Ernie Meike Torondek itu. [*]
Tag
Berita Terkait
-
KPK ungkap Pemilik Asli Jeep Wrangler Rubicon yang Dipakai Anak Rafael Alun Trisambodo Bekerja sebagai Cleaning Service
-
Ini Pengertian 'Anak yang Berkonflik dengan Hukum' dalam Status Agnes Gracia di Kasus Peganiayaan Mario Dandy
-
Ini Kata-kata yang Terlontar dari Mulut Mario Dandy Saat Malam Penganiayaan kepada David
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan