/
Minggu, 07 Mei 2023 | 20:41 WIB
Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla atau JK di sela-sela kunjungannya ke Phnom Penh, Kamboja, Senin (27/3/2023). (Tangkap layar)

Serang Suara - Jusuf Kalla meminta Presiden Jokowi agar lebih demokratis dalam memberi sikap politik. Wakil Presiden ke-10 dan 12 itu menyarankan agar mencontoh sikap Presiden SBY dan Megawati yang telah dahulu memimpin Indonesia.

Jusuf Kalla menilai bahwasanya presiden harus seperti para pendahulu sebelumnya.

"Jangan terlalu melibatkan diri dalam suka atau tidak suka terkait perpolitikan. Supaya lebih demokratis-lah," kata Jusuf Kalla alias JK di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (6/5/2023) malam.

Sentilan atau JK skakmat Jokowi lantaran Partai NasDem tidak diundang ke Istana Merdeka saat pertemuan silaturahmi antara kelima parpol, Selasa waktu lalu.

Kata JK, Partai NasDem merupakan koalisi pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, dan harusnya partai politik itu diundang. Apalagi katanya, pembahasan dengan lima partai politik membahas rencana pembangunan.

Wapres Jusuf Kalla yang pernah menjabat kala itu menduga kalau pertemuan di Istana erat kaitannya dengan politik jelang Pemilu. Bahkan Ketua Umum PKB saja melawat ke rumah Jusuf Kalla meminta saran.

"Kalau pertemuan itu membicarakan karena di Istana ya, membicarakan tentang urusan pembangunan itu wajar, tapi kalau berbicara pembangunan saja, mestinya Nasdem di undang kan, tapi berarti ada pembicaraan politik, menurut saya," kata Jusuf Kalla.

Soal tidak diundang di Istana Merdeka diakui Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPP Partai NasDem Charles Meikyansah. Katanya, pertemuan itu terjadi Selasa malam, bahkan sampai Selasa siang (2/5/2023) Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh belum menerima undangan acara malam itu.

"Jika mendapatkan undangan tentu akan hadir," katanya.

Baca Juga: Punya Usaha Kecil, Simak Cara Dapatkan Sertifikat Halal di Kota Tangerang Banten Lengkap Syarat

Kendati demikian, Charles Meikyansah melanjutkan, NasDem tetap menghormati atas ketidakundangan itu.

"Soal tidak diundang, Partai NasDem tidak mempersoalkannya, kalau diundang kita sangat menghormati, tidak diundang pun kita memahami itu semua," ucapnya. [*]

Load More