Bakal calon presiden dari Koalis Perubahan Anies Baswedan menyampaikan pidato politiknya kala mendeklarasikan relawan Amanat Indonesia (ANIES) di Tennis Indoor Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (7/5/2023). Salah satu yang disampaikan mantan gubernur DKI Jakarta ialah meminta agar pemerintah tidak mengintevensi pesta demokrasi 2024 yang akan datang.
Menurutnya pemerintah harus bisa bersikap netral pada konstetasi politik nasional 5 tahunan itu. Ia menyebut rakyat harus bebas dalam menggunakan hak pilihnya nanti.
"Biarkan rakyat tanpa dipengaruhi negara, tanpa campur tangan negara. Negara netral dan percayakan rakyat bahwa rakyat menitipkan kewenangan kepada yang punya niat baik dan track record,” kata Anies, Minggu (7/5/2023).
Anies menambahkan saat ini rakyat sudah cerdas dalam menentukan siapa pemimpin pilihannya pada pilpres nanti.
“Jadi tidak perlu ada intervensi,” ujarnya.
Karena itu dia meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk tidak takut kehilangan kekuasaan karena kalah dalam pertarungan pesta demokrasi nanti. Sebab baginya hal itu merupakan hal yang wajar dalam berdemokrasi.
Selain itu pasangan Sandiga Uno dalam Pilgub DKI 2017 lalu ini mengatakan bahwa sejatinya pemegang kekuasaan sejati sebenarnya adalah rakyat. Karenanya pemerintah saat ini hanya menunaikan janji politiknya saja.
“Bila ada yang khawatir kehilangan kekuasaan, maka dia tidak paham prinsip dasar demokrasi. Karena kekuasaan itu tidak hilang, tidak juga berpindah, (kekuasaan) ini ada pada saudara semua rakyat Indonesia,” tuturnya.
“Kekuatan pada rakyat, bukan pada yang lain. Jaga kekuasaan sampai nanti di TPS. Ini bukan statistik, itu hak menentukan perjuangan,” tandasnya.
Baca Juga: Sambangi PIS, NYK Bahas Potensi Kerja Sama Bisnis Green Energy Logistics
Berita Terkait
-
Berkaca dari Freeport dan Blok Mahakam, Jokowi Diminta Segera Nasionalisasi LNG Tangguh
-
Anies Sebut Nama Cawapres yang Disodorkan Luhut ke Surya Paloh Tidak Penting!
-
Ngeri! Anies Baswedan Sudah Berani Serang Pemerintahan Jokowi: Jangan Intervensi
-
Tak Khawatir Warisannya di Jakarta Dihilangkan Heru Budi, Anies: Rekam Jejak Tak Bisa Dihapus
-
Bukan Main! Lawan Anies Baswedan Punya Kekuatan Super, Siapa?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam