Megawati juga menambahkan bahwa setelah mengamati situasi politik yang berkembang, terlihat bahwa banyak partai telah membentuk perkumpulan dan kerja sama politik, seperti yang dilakukan oleh PAN dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Menurutnya, hal itu adalah hal yang wajar.
"Terlihat bahwa banyak partai yang sudah membentuk kelompok kerja sama seperti PAN dengan KIB. Jadi, bagi saya, itu adalah suatu hal yang wajar," jelasnya.
Selain itu, Megawati juga mengingatkan bahwa Pemilu bukanlah hal yang baru. Dia menjelaskan bahwa Pemilu telah diadakan di Indonesia sejak tahun 1955.
"Jadi, Pemilu bukanlah hal yang baru. Jika ada yang berpikir bahwa akan terjadi chaos, menurut saya itu adalah pertanyaan besar. Mereka sendiri yang mengatakan bahwa akan terjadi chaos," tegas Megawati.
Megawati menekankan bahwa tidak akan terjadi chaos dalam Pemilu, mengingat Indonesia telah melaksanakan Pemilu sejak tahun 1955.
Polemik Sistem Pemilu: Tanggapan SBY
Sebelumnya, polemik seputar sistem Pemilu terus berkembang setelah Denny Indrayana memberikan bocoran informasi mengenai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa sistem Pemilu akan dilakukan secara tertutup.
Salah satu yang memberikan tanggapan terhadap hal ini adalah pendiri Partai Demokrat sekaligus Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
SBY memberikan beberapa tanggapan, salah satunya adalah menyatakan bahwa putusan MK ini berpotensi menimbulkan chaos di masyarakat.
"Dalam pertanyaan pertama kepada MK, apakah ada kegentingan dan kedaruratan sehingga sistem Pemilu diganti ketika proses Pemilu sudah dimulai? Ingat, Daftar Caleg Sementara (DCS) baru saja diserahkan kepada KPU. Pergantian sistem Pemilu di tengah jalan dapat menimbulkan 'chaos' politik," tulis SBY dalam akun Twitter resminya pada Senin (29/5/2023).
Itulah indepth news politik hari ini tentang kontroversi antara Partai NasDem dan PDIP terkait posisi NasDem dalam koalisi pemerintahan Jokowi serta dukungannya terhadap Anies Baswedan sebagai calon presiden.
Kemudian pernyataan dari Megawati Soekarnoputri mengenai keterbukaan PDI Perjuangan dalam menjajaki kerja sama politik, serta tanggapan SBY terhadap polemik sistem Pemilu, terlihat bahwa suasana politik di Indonesia semakin kompleks menjelang Pemilu 2024. [*]
Media Kontak: Suara.com
Kontributor: Kariadil Harefa
Tag
Berita Terkait
-
Chaos! Denny Indrayana Kembali Buat Kontroversi Ungkap 5 Faktor Putusan MK Sistem Pemilu 2024
-
Pemilu Mulai Dekat, Partai Partai Pendukung Anies Baswedan Gelar Rapat di Kepulauan Seribu
-
Tunda Pemilu 2024 Tuai Pro dan Kontra Netizen, Sampai Presiden Jokowi Turun Gunung
-
CEK FAKTA: Tunda Pemilu 2024, Mobil Hakim Dibakar dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Disegel Pendemo?
-
CEK FAKTA: Mahfud MD Instruksikan Pecat dan Copot 3 Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Usai Tunda Pemilu
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan