/
Jum'at, 16 Juni 2023 | 19:59 WIB
Pimpinan pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang saat melakukan negosiasi dengan aparat keamanan kepolisian yang berjaga di lokasi pendemo yang menuntut agar Al Zaytun dibubarkan karena dianggap sesat. (Twitter)

Namun, aparat kepolisian yang berjaga sekitar 200 meter dari gerbang Mahad Al Zaytun memisahkan massa tersebut.

Aksi tersebut berlangsung sekitar pukul 11.00 dan berakhir sekitar pukul 12.00 saat massa aksi membubarkan diri.

Secara umum, aksi demonstrasi tersebut berlangsung tanpa insiden, dan kelompok dari FIM mundur dengan menyatakan akan kembali berdemonstrasi di Istana Negara.

Dalam tuntutan mereka, salah satu hal yang disampaikan adalah peran pemerintah yang tidak boleh membiarkan terjadinya hal-hal yang terkait dengan Mahad Al Zaytun.

Para orator meminta agar pemerintah, termasuk Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyelidiki Mahad Al Zaytun dan menginformasikan hasilnya kepada publik.

Apakah pondok pesantren tersebut menyimpang atau tidak. Jika terbukti menyimpang, FIM meminta agar Mahad Al Zaytun ditutup dan dibubarkan.

Load More