Serang.suara.com - Pada ajang pertandingan sepak bola Internasional, menjadi seorang player escort adalah pengalaman yang sangat istimewa bagi anak-anak di seluruh dunia. Kesempatan untuk berjalan di samping pemain sepak bola profesional ternama sebelum pertandingan penting adalah momen yang tak terlupakan.
Namun, hal itu berbanding terbalik saat putra sulung pasangan artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Rafathar Malik Ahmad yang ditawari langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Menurut penjelasan Raffi Ahmad, awalnya Rafathar sangat antusias ketika mendapat tawaran menjadi player escort Timnas Argentina saat melawan Timnas Indonesia dalam laga FIFA Matchday yang berlangsung pada Senin, (19/6/2023) lalu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
"Rafathar dikasi kesempatan ama pak Erick Thohir untuk menggandeng Timnas Argentina, yang masuk tuh, jadi ada Jan Ethes ama Rafathar," ujar Raffi Ahmad kepada Irfan Hakim dalam tayangan FYP Trans7 dikutip pada Rabu, (21/6/2023).
Lalu Raffi Ahmad pun menceritakan pengalaman pahit Rafathar yang trauma menjadi player escort karena yang menonton pertandingan itu jumlahnya mencapai puluhan ribu, lalu tiba-tiba Rafathar berkecil hati dan mengurungkan momentum kesempatan emas tersebut.
"Awalnya Rafathar udah semangat banget, trus pas tiba-tiba, mungkin karena dia baca-baca, dikasih tau temen-temennya yang nonton kan puluhan ribu, trus dia merasa berkecil hati," ungkap Raffi Ahmad.
Alasan Rafathar membatalkan tawaran menjadi player escort Timnas Argentina tersebut lantaran takut dirinya dibully oleh netizen. Hal itu diungkapkan oleh Raffi Ahmad saat pengalaman Rafathar menjadi playar escort tim RANS Cilegon kontra Persija, dimana saat itu RANS Cilegon, kalah dari Persija.
"Karena dulu, Rafathar tuh pernah dulu waktu Rans lawan Persija, waktu itu Tim Rans tuh kalah. Ada yang teriak Rafathar nangis. Nah dia tuh jadi langsung kayak, mudah-mudahan sih enggak trauma. Tapi dia tuh langsung kayak tiba-tiba mikir, 'pah, nanti kalau aa pegang Argentina, misalnya mask ke dalam, trus misalnya Indonesianya kalah, nanti aa diteriakin lagi Rafathar kalah'," ungkap Raffi Ahmad.
Pengalaman itu seperti menjadi trauma bagi Rafathar yang merasa khawatir hal itu akan terulang lagi jika dirinya menjadi player escort untuk Timnas Argentina.
Rafathar, anak kecil 7 tahun yang mengidolakan Lionel Messi dan masih duduk dibangku kelas dua Sekolah Dasar itu akhirnya meminta kepada sang ayah agar ia ikut menonton pertandingan saja tanpa harus menjadi player escort Timnas Argentina.
"Pah, udah deh aa boleh enggak nonton aja, aa takut diteriakin lagi gitu," cerita Raffi Ahmad menirukan ungkapan permintaan Rafathar.
Kemudian, Rafathar pun membuat video permintaan maaf kepada ketua PSSI Erick Thohir terkait perasaan yang dirasakannya tidak bisa menjadi player escort Timnas Argentina.
"Pak Erick, makasih ya udah ajakin aa, tapi aa malu, sukses buat Argentina lawan Indonesia. Semangat," ujar Rafatar dalam sebuah rekaman tayangan di handphone Raffi Ahmad.
Untuk diketahui, Player Escort adalah istilah kepada anak-anak yang dipilih untuk mendampingi para pemain sepak bola profesional saat akan memasuki lapangan pertandingan. [*]
Tag
- # anak raffi ahmad
- # rafathar
- # rafathar malik ahmad
- # nagita slavina
- # fyp trans7
- # irfan hakim
- # jan ethes
- # player escort
- # timnas argentina
- # timnas indonesia
- # erick thohir
- # ketua umum pssi
- # suara serang
- # sepak bola
- # player escort adalah
- # rafathar kalah
- # rafathar dibully
- # rans cilegon
- # persija
- # rans
- # fifa matchday
- # lionel messi
- # sepak bola profesional
Berita Terkait
-
Rekor Timnas Indonesia Hadapi Tim Kelas Dunia, Era STY Paling Mengagumkan?
-
Cenayang Darryl Wezy sudah Prediksi Perselingkuhan Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett Sejak Januari 2023
-
Shin Tae-yong Pikir-pikir Lagi Deh Buat Pakai 3 Pemain FIFA Matchday Ini untuk Piala Asia 2023
-
Asnawi dan Garnacho Saling Follow di Instagram Usai Duel di Lapangan
-
Senyum Puas Shin Tae Yong Meski Anak Asuhnya Takluk dari Argentina
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
LPDB Koperasi Dorong KDKMP Papua Naik Kelas Lewat Program Inkubasi dan Akses Dana Bergulir
-
Kemenhub Akan Koordinasi dengan Malaysia Soal Pilot yang Menyelundupkan Narkoba
-
5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda
-
Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan
-
Jadi Best Seller, Novel Better Than the Movies Siap Hadir dalam Versi Film
-
Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard
-
Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo