/
Sabtu, 08 Juli 2023 | 15:44 WIB
Antraks.(Suara.com)

Serang.suara.com – Belakangan ini heboh berita tentang munculnya wabah antraks di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Wabah ini telah menjangkiti puluhan warga. Bahkan tiga di antaranya meninggal dunia.

Tiga orang yang meninggal dunia itu sebelumnya diketahui memakan daging sapi yang sudah mati. Sapi yang sudah mati itu mereka sembeli kemudian dimasak untuk dikonsumsi. Satu di antaranya yang meninggal pada 4 Juni 2023 berusia 73 tahun ternyata positif antraks saat dites.

Terkait dengan penyebab wabah antraks di Gunungkidul, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul menyatakan korban sempat mengkonsumsi daging sapi yang mati karena sakit pada Mei lalu.

"Yang dikonsumsi masyarakat ada tiga ekor sapi. Ketiganya sudah sakit dan mati," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul Wibawanti Wulandari, Rabu, 5 Juli 2023.

Warga, ucap Wibawanti, menggali kuburan sapi yang mati mendadak itu. Mereka lantas menyembelih lalu memasak daging sapi itu untuk dikonsumsi.

Adapun Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Gunungkidul Retno Widyastuti, pihaknya tidak menemukan adanya bangkai dari 12 ekor ternak yang terpapar antraks. Retno mengatakan ada kemungkinan ternak-ternak tersebut telah dikonsumsi warga.

Menurut Retno, kasus munculnya wabah antraks tersebut dipengaruhi tradisi warga Gunungkidul yang disebut brandu. Tradisi ini dilakukan dengan menyembelih sapi yang sakit lalu dagingnya dijual murah. Para warga lalu membeli daging sapi itu semata-mata untuk membantu warga yang mengalami kerugian lantaran hewan ternaknya sakit hingga harus disembelih.

"Brandu itu tradisi di Gunungkidul, dan brandu itu macam-macam. Maksudnya, brandu itu tergantung sebabnya dan kadang-kadang (ternak) keracunan baru sakaratul maut dipotong," katanya.

Namun brandu malah jadi merugikan warga jika sapi yang sakit ternyata positif antraks. Sebab, tradisi itu menjadi media penularan antraks di masyarakat.

Baca Juga: Raffi Ahmad Menyesal Seumur Hidup, Pilih Bohong Ketimbang Turuti Permintaan Terakhir Sang Ayah

Load More