/
Sabtu, 08 Juli 2023 | 18:33 WIB
Pedagang menunjukkan telur retak di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Rabu (31/8/2022). (ANTARA/Yogi Rachman)

SERANG - Hari Raya Idul Adha 1444 H menyisakan keluh bagi pedagang di Pasar Rau Kota Serang, Provinsi Banten.

Sejumlah pedagang yang merupakan pedaging ternak di Kota Serang merasakan betapa anjloknya pendapatan mereka. Bahkan, sejak memasuki Hari Raya Idul Adha 1444 H daya beli masyarakat lesu.

Salah satunya keluhan itu diutarakan pedagang ayam di Pasar Rau Serang, yang mengaku daya beli daging lemah, lantaran harga daging merangkak naik.

Memicu pendapatan turun drastis 80 persen, bahkan kata pedagang setempat harga daging ayam sampai Sabtu (8/7/2023) per kilogram Rp 45.000.-

Santi salah seorang pedagang setempat mengatakan, kalau pembeli saat ini tidak sampai membeli harga daging lebih dari 2 kilogram, biasanya hari normal itu atau menjelang Idul Adha 1444 H/2023M bisa mencapai lebih dari tiga kilogram.

Pedagang ayam potong (sumber:)

"Sekarang malah daya beli turun, selain berpangaruh pada pembelian daging juga berdampak pada pembelian rempah atau sayur mayur," ungkapnya.

Pasca Hari Raya Idul Adha 1444 H pendapatan pedagang baik di Pasar Lama Serang maupun di Pasar Rau rata-rata hanya dibawah Rp 2 juta per hari.

Kenaikan harga memicu lemahnya daya beli konsumen, sehingga omzet yang  harusnya dapat mencapai Rp 3 juta. Kini hanya bisa mengantongi Rp 1.000.000 atau malah di bawah angka tersebut.

Pengaruh harga tinggi di Kota Serang, Banten kepada jurnalis pedagang mengatakan, kalau ini berdampak pula terhadap rumah makan, melakukan penghematan  pembelian daging atau kebutuhan masakan lainnya. [*]

Baca Juga: Kasus Antraks di Gunungkidul, Sapi Sudah Dikubur, Disembelih, lalu Dimakan

Kontributor: Putra Tanhar

Load More