/
Selasa, 11 Juli 2023 | 21:31 WIB
Ilustrasi penis / Mr P lelaki. (Suara.com)

Seputar Serang - Insiden dialami seorang pria setelah niat membesarkan penis dengan minyak Silicon. Hal tidak terduga muncul usai menyutikkan minyak Silikon pada bagian Mr. P.

Identitas pria yang memakai minyak Silikon tersebut masih berusia 32 tahun. Hanya saja tidak dilaporkan siapa namanya.

Informasi yang kami terima kalau pria yang berniat membesarkan organ vitalnya itu berasal dari Jerman, dan setelah menerima suntikan minyak Silikon, nyawa pria tersebut tidak lagi tertolong.

Pria Jerman tersebut ingin membesarkan Mr P dengan seorang dokter, dan setelah hasil penyelidikan dokter tersebut merupakan dokter abal-abal alias gadungan, kutip Serang.suara.com via Daily Mail, Selasa (11/7/2023).

Pria itu meninggal usai terserang berbagai dampak kesehatan usai mendapatkan minyak Silicon. Dokter gadungan tersebut bernama Torben K setelah jaksa penuntut mengungkapkan bahwa Torben tidak memiliki kualifikasi medis.

Kata jaksa setempat, kalau dokter gadungan itu memakai media sosial untuk menggaet para pasien. Akibat perbuatan dokter gadungan itu, korban menderita sepsis, atau reaksi berlebihan dari sistem imun tubuh.

Bukan itu saja ternyata terdapat  infeksi setelah menerima suntikan minyak Silicon. Melansir laporan dari kantor berita lokal setempat, kalau korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Universitas  Giessen.

Korban mendapat perawatan selama berbulan-bulan. "Sayangnya, minyak silikon berakhir di aliran darah orang tersebut. Hal ini menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah dan akhirnya kematiannya," kata Jaksa Penuntut Tinggi Wolf-Tilman Baumert.

Risiko Suntikan Silikon di Kelamin

Suntikan silikon cair untuk pembesaran alat kelamin telah digunakan selama bertahun-tahun, meskipun ada risikonya.

Baca Juga: Boris Bokir Cerai dengan Irma Purba, Ketahuan Gara-gara Ini

Mereka bekerja dengan memprovokasi sistem kekebalan tubuh untuk bereaksi terhadap zat asing dengan membentuk massa tebal yang disebut granuloma.

Ini, secara teori, meningkatkan ukuran dan ketebalan jaringan yang disuntikkan, membuat alat kelamin pria lebih besar seperti yang mereka inginkan.

Namun, prosedur kosmetik ini dilarang di banyak negara karena risikonya yang serius. Salah satu risiko utama adalah kondisi yang disebut silikonoma.

Di sinilah reaksi inflamasi yang parah terhadap silikon terjadi di jaringan setelah injeksi, yang kemudian perlu diangkat. 

Pembedahan untuk mengeluarkan silikon biasanya merupakan satu-satunya solusi tetapi kerusakan seringkali bisa permanen. 

Pria Jerman yang tidak disebutkan namanya itu hanyalah satu dari lusinan orang yang cacat dalam mengejar Mr P yang lebih besar atau lebih estetis. 

Load More