Serang.suara.com - Beberapa kejanggalan dalam kasus tewasnya Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage, anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri yang ditembak seniornya.
Terdapat dugaan kejanggalan atas peristiwa polisi tembak polisi yang melibatkan korban, Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage alias (Bripda) Ignatius yang kini menjadi perhatian publik. Walau kasus ini sedang dalam proses pengusutan dan penyelidikan.
Kendati demikian, keluarga korban Bripda Ignatius menuntut keadilan agar kebenaran sejati dapat terungkap.
Berikut lima catatan beberapa kejanggalan dalam kasus polisi tembak anggota Densus 88 Antiteror Polri berdasar rangkuman Suara.com partner Serang.suara.com, Minggu (30/7/2023).
1. Unsur Dugaan Pembunuhan Berencana
Keluarga Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage menyatakan bahwa kematiannya mengandung unsur pembunuhan berencana. Mereka meragukan klaim Mabes Polri yang menyatakan bahwa penembakan terjadi karena kelalaian semata.
Hal ini dikaitkan dengan fakta bahwa sebelum terjadi penembakan, tersangka diduga menunjukkan senjata api yang kosong ke temannya dan memasukkannya kembali ke dalam tas berisi magasin.
Ketika Bripda Ignatius masuk ke dalam kamar, penembakan terjadi, yang menimbulkan kecurigaan bahwa ada niat terencana untuk membunuhnya.
2. Letusan Senjata Tidak Wajar
Ayah Bripda Ignatius, Y Pandi, menyoroti kejanggalan terkait letusan senjata yang mengenai leher hingga ke telinga kanan anaknya. Ia menyatakan bahwa letusan yang mengarah dari bawah ke atas adalah hal yang tidak wajar.
Menurutnya, peluru seharusnya tidak bisa menembus begitu jauh ke atas dari titik tembakan, sehingga hal ini menimbulkan keanehan yang patut dipertanyakan.
Baca Juga: Anti Pemadaman Bergilir, PLN Totalitas Pasok Listrik Buat Turnamen Piala Dunia Bola Basket
3. Keterlibatan 3 Senior dalam Cekcok (Pertikaian)
Sebelum insiden penembakan terjadi, Bripda Ignatius diduga terlibat dalam cekcok dengan tiga senior di Rusun Polri Cikeas, Bogor.
Para senior tersebut diduga berada dalam kondisi mabuk, dan salah satunya mengambil senjata api yang akhirnya meledak dan mengenai Bripda Ignatius.
Keluarga korban berpendapat bahwa kehadiran para senior dalam kondisi mabuk dan mengambil senjata api menunjukkan kelalaian mereka, yang berkontribusi pada kematian tragis sang bripda.
4. Komunikasi Terakhir dengan Keluarga dan Teman
Keluarga Bripda Ignatius mengungkapkan bahwa mereka sempat berkomunikasi dengan anaknya melalui video call pada malam sebelum penembakan terjadi.
Saat itu, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan atau masalah serius yang terungkap.
Namun, pada pukul 01.00 WIB, Bripda Ignatius mengabarkan bahwa ia sedang berkomunikasi dengan temannya.
Berita Terkait
-
Tragedi Maut di Rusun Polri, Dugaan Pembunuhan Berencana Bripda Ignatius dan Senpi Ilegal
-
Apa Itu Pati Nyawa? Hukuman Adat Dayak yang Diminta Keluarga Bripda Ignatius buat Pelaku
-
Sederet Kejanggalan dalam Kasus Kematian Bripda Ignatius, Apa Saja?
-
Anggota Densus Ditembak Mati Seniornya, Keluarga Ungkap Bripda Ignatius Kerap Dicekoki Miras hingga Ketakutan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Alasan John Herdman Tak Yakin Timnas Indonesia Menang Mudah atas Saint Kitts and Nevis
-
Kekayaan Yaqut Cholil Qoumas yang Jadi Tahanan Rumah hingga Tak Diborgol
-
Bongkar Total Biaya 10 Tahun Kepemilikan Honda Brio vs BYD Atto 1, Mana Paling Hemat?
-
Jadwal MotoGP Amerika 2026: Akankah Marc Marquez Menang Lagi di COTA?
-
Macet One Way Bikin Stres? Aksi Spontan Aiptu Didik Joget Bareng Pengamen Bikin Pemudik Terhibur
-
Pesepak Bola Ditembak Mati di Pinggir Jalan: Posisi Penyerang, Usia 20 Tahun
-
Tinggalkan Jellyfish, Kim Sejeong Resmi Gabung Agensi Aktor Lee Byung Hun
-
Niat Kejar Bola ke Tengah Laut, Pemuda Asal Tapos Depok Hilang di Pulo Manuk Banten
-
Dari Jalanan ke Galeri: Pameran Street Art Tidak Ada Makan Siang Hari Ini di EDSU House
-
ASN Bakal Kerja dari Rumah, Benarkah Bakal Menghemat BBM?