Suara Serang - Pemanfaatan teknologi untuk mengelola air dengan bijak berhasil diterapkan melalui program Water Stewardship. Program itu diyakini dapat menjangkau 26.000 warga.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia, Tbk, Nurdiana Darus mengatakan, bahwa Unilever turut serta berkontribusi dalam mengatasi krisis air bersih. Yang saat ini sedang jadi isu besar atau secara global, termasuk di Indonesia.
Ini yang kemudian muncul ide dalam pemanfaatan teknologi untuk bijak mengelola air, termasuk penatagunaan air dalam bentuk upaya efisiensi dan daur ulang air.
"Salah satu hal terkecil selain di pabrik juga melalukan konservasi penerapan Water Stewardship, dan tentunya menjangkau level komunitas, seperti pesantren dan lingkungan masjid," ungkap Nurdiana Darus kepada Suara Serang.
Program ini pun sukses menyemai bersama Sekolah Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI), dan siap menerapkan di empat masjid wilayah Jakarta, Depok dan Bekasi sebagai pilot project.
"Insyaa Allah, dukungan ini akan mampu membantu keempat masjid dalam mengurangi biaya penggunaan air PDAM," kata Nurdiana.
Bukan itu saja sambungnya, dapat menjamin ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Serta menginspirasi seluruh lapisan masyarakat agar mulai menerapkan perilaku bijak dalam memanfaatkan dan mengelola air.
Sementara itu menurut Hayati Sari Hasibuan, Dosen Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, melalui program ini terutama di masjid dapat menjaga keberlanjutan pasokan air bersih dan mengurangi ketergantungan pada air tanah.
Apalagi jika secara data, bilamana 50 juta keluarga Indonesia mulai menghemat air, maka diperkirakan bisa membantu 15 juta keluarga yang tidak punya akses terhadap air bersih, kutip Indonesia Water Institute.
Baca Juga: Ingin Jaminan Sosial? Simak Cara dan Tips Pendaftaran Peserta BPJS Ketenagakerjaan via Shopee
Ia menilai dengan penerapan Water Stewardship Unilever Indonesia di masjid, sudah barang tentu akan jadi wadah edukasi dalam upaya menghemat serta memanfaatkan air.
Adapun masjid yang jadi pilot project antara lain Masjid Istiqlal, Masjid Arief Rahman Hakim – UI Salemba, Masjid Ukhuwah Islamiyah – UI Depok, dan Masjid Agung At-Tin.
"Saya rasa ini adalah solusi dalam mengurangi potensi berbahaya dari grey water melalui proses fisika, kimiawi dan biologis dapat menghasilkan air daur ulang yang aman digunakan untuk berbagai kebutuhan di area masjid. Artinya, teknologi water recycling merupakan solusi tepat," tutur Hayati. [*]
Kontributor: Wawan Kurniawan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Rayakan HUT ke-18 Partai Secara Sederhana, Sejumlah Elit Gerindra Mulai Berdatangan ke Kertanegara
-
Keluarga yang Tak Dirindukan: Potret Pahit Generasi Sandwich di Netflix
-
Apakah HP Kemasukan Air Bisa Diperbaiki? Ini 5 Rekomendasi Ponsel Tangguh Tahan Air
-
Petaka di Jalur Besi Tanah Sareal: Warga Penjaga Palang Pintu Tergeletak Usai Tertemper Kereta
-
Apakah Sepeda Lipat Bisa Naik KRL? Cek 5 Rekomendasi Paling Kokoh yang Penuhi Syarat
-
Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye
-
4 Moisturizer Lokal Licorice untuk Wajah Cerah dan Lembap Sepanjang Hari
-
5 Brand Parfum Lokal Anti Mainstream, Wajib Masuk Koleksi!
-
Nia Ramadhani Akhirnya Klarifikasi Isu Cerai dengan Ardi Bakrie
-
Pendidikan Tanpa Ketegasan: Dilema Jadi Guru di Zaman Mudah Tersinggung