Suara Serang - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah mengungkapkan situasi yang mengkhawatirkan: dana senilai Rp 1 triliun telah mengalir ke partai politik sebagai hasil dari tindak pidana kejahatan lingkungan.
Ivan Yustiavandana, Kepala PPATK, dalam sebuah agenda Forum Diskusi Sentra Gakkumdu 'Wujudkan Pemilu Bersih', mengungkapkan bahwa risiko ini telah berimbas pada tujuh provinsi di Indonesia dengan tingkat risiko TPPU tertinggi.
Hasil temuan PPATK ini bukan hanya meruntuhkan integritas pemilihan umum, tetapi juga mengungkapkan kerentanannya terhadap tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang mungkin merasuki dunia politik.
Dengan aliran dana yang berasal dari tindak pidana kejahatan lingkungan, risiko manipulasi politik dan penggunaan dana kotor dalam kampanye terbuka lebar.
Menurut Ivan Yustiavandana, tujuh provinsi yang paling berisiko dalam hal TPPU teridentifikasi sebagai Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, Papua, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara. Hasil investigasi PPATK menyoroti bahwa tidak ada peserta Pemilu yang sepenuhnya terlepas dari keterlibatan dalam kejahatan tersebut.
Lebih lanjut, Ivan mengungkapkan bahwa saat ini fokus utama PPATK adalah pada tindak kejahatan keuangan yang berkaitan dengan lingkungan. Dalam upaya untuk menjaga integritas proses politik dan menghalangi penggunaan dana hasil tindak pidana dalam kampanye, PPATK sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap aliran dana tersebut.
PPATK memastikan apakah partai politik yang menerima dana dari kejahatan lingkungan akan tetap berpihak pada kepentingan publik, ataukah akan mendorong agenda yang merugikan lingkungan demi keuntungan pribadi?
"PPATK punya wewenang mengivestigasi seberapa besar tindak pidana ini masuk ke kontestasi politik hingga berdampak pada tindak pidana pencucian uang," jelasnya. [*]
Baca Juga: Milad ke-25, PBB Deklarasi Dukung Prabowo Capres di Pemilu 2024
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
-
4 Brightening Serum dengan Glycolic Acid Solusi Wajah Lebih Cerah dan Halus
-
Food Cycle Indonesia Ubah Surplus Pangan Jadi Bantuan untuk Warga Rentan
-
Sentil Titi DJ, Citra Scholstika Curhat Pengalaman Pahit Dibanding-bandingkan Juri
-
Ancam Sebar Aib Keluarga Jadi Senjata Residivis Peras Petani Lampung Tengah
-
Beda Pendidikan Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang Sedang Jadi Omongan
-
Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI
-
Scroll LinkedIn Terus, Kenapa Malah Jadi Insecure?
-
Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN
-
5 Serum dengan Kandungan Anti Aging untuk Cegah Tanda Penuaan Wajah