Suara Serang - Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, telah meluncurkan program inovatif dengan menyalurkan bantuan telur kepada keluarga yang memiliki anak-anak yang mengalami masalah gagal tumbuh atau stunting akibat kekurangan asupan gizi.
Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk meningkatkan status gizi anak-anak di wilayah tersebut, sebut Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, tempo hari.
"Kita berharap bantuan telur itu dapat meningkatkan status gizi anak-anak mereka," kata Tuti.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lebak untuk meminimalisasi angka stunting dan menghilangkan stigma stunting dalam wilayahnya.
"Bantuan yang kita berikan, yakni setiap keluarga yang memiliki anak stunting diberikan 10 kg telur," katanya menambahkan.
Langkah ini dipandang sebagai usaha untuk memberikan sumber protein hewani yang kaya nutrisi bagi pertumbuhan anak-anak yang membutuhkannya.
Data yang terkumpul hingga April 2023 mengungkapkan bahwa jumlah anak stunting di Lebak mencapai 3.736 anak, turun dari 4.518 anak pada tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan adanya penurunan angka stunting yang dihubungkan dengan adanya intervensi penyaluran bantuan telur dan upaya-upaya pemberian makanan, vitamin, dan obat-obatan yang tepat.
Adapun petugas pendamping Puskesmas Rangkasbitung, Zahra menerangkan, program ini telah berdampak positif dalam mengurangi jumlah anak stunting di wilayahnya.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Terjadi di Pabrik Otomotif GIIC Cikarang, Penyebabnya Lantaran Ini
"Kami meyakini jumlah anak stunting di Rangkasbitung terus menurun bahkan terbebas," ucap Zahra.
Dengan memberikan bantuan telur, pendekatan ini tidak hanya menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tetapi juga memberikan sumber protein yang mudah dicerna.
Bantuan telur telah mendapatkan sorotan karena memiliki manfaat gizi yang penting bagi pertumbuhan anak-anak.
Agustini, seorang warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak, berbagi pengalamannya menerima bantuan ini. Ia mengungkapkan kebahagiannya atas bantuan 10 butir telur yang ia terima untuk anaknya yang bernama Raisah (5) yang mengalami stunting.
"Berharap anaknya terbebas dari stunting dan kini berat badannya sudah 8 kilogram dan bisa meningkat hingga 12 kilogram," ujar Agustini.
Program bantuan telur ini menjadi contoh langkah nyata dalam mengatasi masalah stunting dan memastikan generasi muda memiliki akses terhadap gizi yang cukup. [*]
Kontributor: Putra Tanhar
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Misteri Kematian NS di Sukabumi, Pengacara Mira Widyawati Bongkar Kejanggalan dan Riwayat Kelam
-
Butuh Ide Outfit Bukber? Intip 4 Ide Gaya Hijab Elegan ala Sashfir Ini
-
7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
-
SBY: Sinyal Perang Dunia Ketiga Menguat, Indonesia Harus Siaga Tempur!
-
68 Kode Redeem FF Terbaru Update 23 Februari, Sikat 90 Diamond dan Skin Panther!
-
Tragedi IMIP Pasca Longsor, Anggota DPR Desak Audit Total DAS: Jangan Tunggu Korban Berikutnya!
-
Wanti-wanti PDIP Usai Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS: Jangan Korbankan UMKM
-
Bank Sumsel Babel Wujudkan Hunian Layak melalui CSR Bedah Rumah di OKU Timur
-
Para Menteri, BPJS, BPS Duduk Bersama Bahas Transisi PBI
-
Berpuasa, Bekerja di Jakarta dan Menguatkan Iman di Tengah Tekanan Urban