Suara Serang - Lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) baru-baru ini menyelenggarakan diskusi publik dengan mengangkat tema yakni "Satu Dasawarsa Kepemimpinan Kepala Daerah di Tangerang Raya." Diskusi perdana tersebut diselenggarakan di Loteng Cafe Modernland, Jumat, (6/10/2023).
Diskusi tersebut mengangkat sejumlah isu yang beragam, termasuk kurangnya transparansi dalam penggunaan anggaran oleh pemerintah daerah, ketidakmerataan pembangunan infrastruktur, serta kesenjangan sosial yang terlihat di masyarakat Tangerang Raya.
Seperti diketahui, masa jabatan Ahmed Zaki Iskandar selaku bupati Tangerang berakhir pada 21 September 2023 setelah 10 tahun menjabat, selain itu masih ada banyak sorotan yang ditujukan kepada Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah dan Zaki Iskandar.
Saiful Basri, selaku pemerhati sosial dan aktivis Tangerang mengungkapkan bahwa selama satu dekade kepemimpinan keduanya, tingkat transparansi anggaran masih sangat rendah. Bahkan menurutnya, untuk mendapatkan Informasi publik pun sering dirasa sulit diakses oleh media maupun masyarakat umum.
"Masalah transparansi anggaran pemerintah daerah masih jauh dari harapan kita bersama, baik dari kepala dinas maupun pemimpin daerah sebagai pengambil kebijakan," ujarnya.
Hadir juga narasumber dari Komunikolog Politik dan Kebijakan Publik, Tamil Selvan yang juga mengkritik ketidakmerataan pembangunan infrastruktur di wilayah Tangerang Raya. Meskipun wilayah yang dikelola oleh pengembang dan pemerintah daerah Tangerang Raya berbatasan langsung, namun tetap terlihat adanya kesenjangan yang signifikan. Ini menunjukkan minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Contohnya, pengembang membangun akses jalan dengan sangat baik, tetapi akses jalan yang dikelola oleh pemda justru kurang memadai, meskipun pemda mendapatkan alokasi APBD yang signifikan setiap tahunnya," ungkap Tamil Selvan.
Ia menggarisbawahi bahwa Kota Tangerang berada di urutan teratas dalam hal pembangunan infrastruktur yang merata di masyarakat, sementara wilayah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan berada di posisi terakhir.
Pria yang akrab disapa kang Tamil ini menyimpulkan bahwa upaya seperti menghadirkan Bus Tayo dan angkutan pemda lainnya adalah contoh bagus dari kebijakan yang mencoba mengatasi kesenjangan sosial, terlepas dari reaksi publik terhadapnya.
Baca Juga: Mencuat Isu Pimpinan KPK Peras Mentan SYL, Begini Tanggapan Mahfud MD
Dalam kesimpulan, Adib Miftahul dari Kajian Politik Nasional selalu moderator diskusi, berharap bahwa isu-isu kebijakan yang telah dibahas dalam diskusi ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kepala daerah yang akan datang. Tujuannya adalah untuk menghasilkan kebijakan yang lebih mengutamakan kesejahteraan masyarakat Tangerang Raya.
"Kami berencana untuk mengundang pemangku kebijakan, mulai dari kepala dinas hingga kepala daerah, untuk membahas dan memperbaiki kebijakan pemerintah di Tangerang Raya agar dapat dinikmati oleh masyarakat. Tujuannya adalah memberikan pendidikan yang informatif kepada masyarakat," jelas Adib Miftahul. [*]
Tag
- # kesenjangan sosial
- # tangerang raya
- # komunikolog
- # politik
- # pemerintah daerah
- # informasi publik
- # transparansi anggaran
- # apbd
- # kota tangerang
- # kota tangerang selatan
- # kabupaten tangerang
- # diskusi publik
- # seputar serang
- # suara serang
- # kajian politik nasional
- # pembangunan infrastruktur
- # bupati tangerang
- # walikota tangerang selatan
- # walikota tangerang
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan