/
Selasa, 06 September 2022 | 19:32 WIB
persib (persib.co.id)

SuaraSoreang.id - Pelatih Persib Luis Milla Aspas diketahui melakukan perubahan formasi permainan terhadap Persib.

Perubahan itu dilakukan Milla itu saat  pertandingan Persib melawan RANS Nusantara dan menoreh kemenangan dengan skor 2-1.

Laga itu digelar pada pekan kedelapan Liga 1 musim 2022-2023 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu 4 September 2022.

Sebelumnya, formasi permainan Persib selalu menempatkan empat pemain bertahan di lini belakang. 

Berbeda dengan Milla, dilaga debutnya sebagai pelatih Persib  ia menangani tim berbeda.  Luis Milla memasang tiga bek sejajar dibelakang.

SuaraSoreang.id melansir laman resmi persib.co.id pada Selasa, 6 September 2022. Luis Milla menjelaskan perihal perubahan formasi itu.

"Kami semua memahami, tim ini butuh memperbaiki pertahanannya agar lebih aman. Saya sebagai pelatih, harus menumbuhkan kepercayaan diri pemain," jelas Milla.

Lanjut Milla berharap bahwa Persib memiliki lini tengah yang kuat.

"Kemarin, saya ingin tim ini punya lini tengah yang kuat, tapi yang terpenting adalah kami bisa memenangi laga dan sedikit peluang di pertahanan," kata Milla.

Baca Juga: Antisipasi Wabah DBD, Dinas Kesehatan Garut Mulai Optimalkan Program PSN

Dari tiga pemain lini belakang, salah satunya adalah Daisuke Sato. Sebelumnya, pemain berpaspor Filipina ini ditempatkan sebagai bek kiri. 

Penampilan Sato di posisi barunya itu dianggap Milla cukup memuaskan karena bisa menghalau serangan demi serangan lawan.

"Bagi saya, dia (Daisuke Sato) sudah bermain denagn sangat baik. Saya melihat dia memiliki intensitas dan agresivitas yang sangat baik. Saya tempatkan dia di posisi itu untuk lebih dekat dengan Nick Kuipers dan Rachmat Irianto agar lini tengah menjadi lebih konsisten," terangnya. 

Bagi Milla, memasang dengan jumlah empat atau tiga pemain di lini belakang bukanlah hal utama. 

Situasi tersebut bisa dapat dengan mudah berubah dalam pertandingan berdasarkan banyak faktor, mulai dari kesiapan pemain dan kualitas lawan yang dihadapi.

"Tentunya, saya ingin pemain merasa nyaman dalam menjalankan sistem, ditambah dengan mentalitas dan kondisi yang mereka miliki. Setiap pertandingan dan lawan akan selalu berbeda. Tapi, konsep yang kami miliki akan selalu sama," pungkasnya.

Load More