SuaraSoreang.id - Nampaknya sudah tak asing bagi warga Cimahi dan sekitarnya soal horornya Rumah Sakit Dustira.
Bangunan khas Belanda yang masih autentik, hawa rumah sakit yang dingin, dan jalur antar kamar yang sepi ketika malam hari.
Rumah sakit legendaris yang sudah dibangun sejak masa penjajahan Belanda ini menyimpan banyak misteri.
Dustira menjadi saksi kebrutalan perang tentara Belanda, tentara Jepang, dan tentara Indonesia.
Keitka itu Dustira menjadi area bagi para tentara era zaman Belanda.
Salah satu kisah mistis yang terkenal di sini adalah tentang keberadaan hantu suster noni Belanda.
Suster dengan perawakan bule yang berambut piran itu malam-malam mendatangi pasien.
Namun, ketika si pasien bertanya pada suster lain, ternyata tak ada yang mengenalinya.
"Penampilannya orang bule,suster. Pasien heran begitu ditanyain ke suster lainnya gak ada suster bule," kata Machmud Mubarok, seorang pegiat sejarah, dikutip Suara.com, Kamis (8/9/2022).
Baca Juga: Ada Skenario Besar untuk Ferdy Sambo, Hitung-hitungan Kuruangan Penjara Dibongkar Pakar
Rumah sakit yang angker memang tak bisa terlepas dari sejarahnya.
Dustira merupakan salah sat garnisun bersejarah di Kota Cimahi. Di pintu gerbang, tertulis rumah sakit itu dibangun 1887.
Namun, Mahmud membantahnya.
"Tapi hasil riset kami agak mengejutkan," kata Mahmud.
Mahmud mengatakan jika hasil risetnya menunjukan Rumah Sakit Dustira dibangun pada 1897. Dengan bukti yang cukup kuat.
Menurut surat kabar zaman Belanda, pembangunan rumah sakit itu dilaksanakan pada 1896.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga