SuaraSoreang.id – Melihat ketidakjelasan motif, ada dugaan jika kekuatan besar mulai bermain untuk membuat scenario “pembebasan” Ferdy Sambo.
Bahkan, muncul dugaan jika kasus dugaan pelecehan yang dialamatkan pada Brigadir J, menjadi satu di antara cara untuk melepas jeratan ancaman hukuman mati pada Ferdy Sambo.
Melihat itu, Ferdy Sambo diduga masih memiliki pengaruh besar. Entah siapa yang ada di belakangnya, akan tetapi dugaan pembebasan Ferdy Sambo dari ancaman hukuman mati sedang dilakukan.
Atas ancaman hukuman mati tersebut, diduga ada operasi senyap untuk membebaskan Ferdy Sambo dari jerat hukuman mati.
Dugaan adanya operasi senyap tersebut muncul, melihat sosok Ferdy Sambo yang dinilai banyak kalangan masih memiliki kekuatan dan pengaruh cukup besar.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Ketua Komnas HAM, Taufan Damanik, yang menyebut Ferdy Sambo bukanlah orang sembarangan.
Adanya dugaan skenario pembebasan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, diungkap seorang wartawan senior, Naniek S Deyang.
Sudah pengalaman dalam hal sejumlah kasus pelik, Naniek mencium dugaan adanya skenario pembebasan Ferdy Sambo.
Upaya ada dugaan operasi senyap tersebut diungkap Naniek melalui akun Facebook pribadinya pada Minggu, 4 September 2022.
Naniek menilai jika Ferdy Sambo bukan orang sembarangan. Ferdy Sambo dinilai memiliki kekuatan luar biasa, baik di kepolisian maupun jalur politik.
Diduga, Ferdy Sambo juga memiliki basis kekuatan di bisnis-bisnis ilegal. Dari sana, diduga bisnis haram tersebut menghasilkan uang yang banyak mengalir ke mana-mana.
Naniek melihat indikasi ada dugaan tersebut Ketika melihat Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi mampu melibatkan puluhan anggota polisi dalam membantunya menghilangkan barang bukti.
Anggota Polri lintas pangkat dan jabatan ini terlihat profesional dalam perusakan barang bukti yang sangat vital.
Bukan itu saja, diduga mantan Ketua Satgasus Merah Putih dinilainya, masih bisa mengatur apapun, meski sudah diberhentikan dengan tidak hormat.
Melihat itu, Naniek mengaku tidak heran apabila saat ini masih ada pihak-pihak tertentu yang mencoba Ferdy Sambo lolos dari jerat hukuman mati.
Upaya itu bisa terlihat dari Lembaga-lembaga besar, yang diduga terus mendengungkan dugaan adanya pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J pada istri Ferdy Sambo.
Bukan itu saja, wartawan senior ini juga melihat bagaimana ada upaya, dugaan pengkondisian media oleh jaringan Ferdy Sambo.
Refly Harun Sebut Ferdy Sambo Bisa Bebas
Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menilai jika dalang dugaan pembunuhan berencana, Ferdy Sambo, bisa bebas.
Bahkan setelah bebas nanti, Ferdy Sambo dinilai Refly Harun masih bisa hidup enak lantaran memiliki aset
Dalam situasi terlilit jerat hukum dengan ancaman mati, dinilai sangat masuk akal jika Ferdy Sambo berusaha membebaskan diri dari hukuman berat tersebut.
"Masuk akal (upaya membebaskan diri) ya kalau sekarang ini. Sambo berusaha membebaskan diri dari hukuman yang berat. Paling tidak (ancaman hukuman) pasal pembunuhan berencana," kata Refly Harun.
Refly Harun menilai Ferdy Sambo tetap akan mendapat ancaman pasal pembunuhan berencana, tetapi dia menduga tidak akan sampai pada hukuman mati.
"Kalaupun masih tetap dikenakan pasal hukuman berencana, (Ferdy Sambo) hukumannya tidak hukuman mati,” kata dia.
“Tidak hukuman seumur hidup, tidak juga 20 tahun, tapi ya maksimal di bawah 20 tahun," kata Refly Harun.
Belum lagi kata dia, Ferdy Sambo kemungkinan akan mendapatkan adanya remisi.
Jika mendapat banyak remisi, Ferdy Sambo dikatakan Refly Harun bisa dipastikan bebas dalam 2 sampai 5 tahun.
Bukan itu saja, Refly Harun bahkan menyinggung soal aset yang diduga dimiliki Ferdy Sambo.
Refly Harun menilai, kekayaan Ferdy Sambo akan tetap bisa dipakai dan tidak akan habis, meski dirinya sudah bebas nanti.
"Dengan penguasaan aset yang begitu besar (dugaan kekayaan Ferdy Sambo), diperkirakan ratusan miliar atau triliunan. Sambo tetap bisa hidup enak," tuturnya.
Refly Harun juga melihat jika upaya untuk membebaskan Ferdy Sambo dari jerat hukuman mati sudah terlihat.
Mantan Staf Ahli Mahkamah Konstitusi itu menduga, jika upaya pembebasan Ferdy Sambo melibatkan banyak lembaga besar.
Dari sana Refly Harun menduga ada upaya yang terkesan didukung oleh Komnas HAM dan Komnas Perempuan.
"Upaya meringankan (Ferdy Sambo) gak tanggung-tanggung. Seperti didukung (diduga) oleh Komnas HAM, Komnas Perempuan yang memutar lagi lagu lama soal pelecehan," ucapnya.
Dan lagu lama tersebut dinilai Refly Harun diamini para penyidik, sehingga seakan menilai apa yang dilakukan Ferdy Sambo dibenarkan membunuh atas dasar kemarahan.
"Dan diamini juga (dugaan pelecehan) oleh pihak penyidik. Maka yang terjadi adalah Sambo pahlawan keluarga,” katanya.
“Membela kehormatan istrinya dengan membunuh Yosua (Brigadir J) yang telah (diduga) memperkosa atau melecehkan istrinya," kata Refly Harun.
Dengan melihat situasi perjalanan kasus saat ini, dia menilai jika motif pembunuhan Brigadir J sangat penting.
Berita Terkait
-
Hasil Uji Kebohongan Kuat Maruf Terbukti Jujur, Emang Akurat?
-
TERBONGKAR, Wanita Ini Ikut Berperan! Bukan dari Telepon Kuat MaRuf yang Membuat Ferdy Sambo Marah Besar hingga Bunuh Brigadir J
-
Istri Ferdy Sambo Siapkan Cuan Miliaran untuk Habisi Brigadir J, Terciduk Lagi Asyik Bareng Kuat Maruf atau Benar Dilecehkan Yoshua?
-
Kriminolog UI Sebut Kemungkinan Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Putri Candrawathi untuk Ringankan Hukuman
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
Terkini
-
Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga
-
Potret Marsha Aruan Liburan di Maldives saat El Rumi Nikah, Bareng Pacar Baru?
-
Anti-Burnout Club: 4 Cara Sederhana Ciptakan Momen 'Zen' ala Naomi Zaskia di Tengah Kesibukan
-
Anhar Sudrajat, Lihai Membaca Masa Depan Kunci Sukses Metland
-
10.533 Voucher Telkomsel Hilang di TAP Sosok, Kerugian Capai Rp208 Juta
-
Perankan CEO Galak di Series Ikhlas Paling Serius, Kimberly Ryder Jadikan Pelampiasan Emosi
-
Cuaca Makin Gerah? Ini 7 Kipas Angin Berdiri Anti-Berisik, Anginnya Semriwing
-
Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'
-
7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
-
Di Balik Sejarah Argo Bromo Anggrek, Kereta 'Raja Jalur Utara' yang Kini Jadi Sorotan