SuaraSoreang.id - Jagat maya kini sedang diramaikan sosok hacker bernama Bjorka. Awalnya, dia diduga berhasil meretas situs Kemeterian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Lebih dari pada itu, Bjorka juga mengklaim jika dirinya dapat membuka dokumen rahasia milik Badan Intelijen Negara (BIN) yang dikirim pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Diketahui, dia juga menyebarkan data pribadi Menkominfo Johnny G Plate dan Muchdi Pr.
Keberadaan Bjorka hingga kini masih menjadi misteri. Namun, dalam akun Twitter yang dibuatnya, dia tercatat sudah bergabung pada September 2022 yang berlokasi di Warsaw, Polandia.
Tentang apa yang dia unggah di media sosial didominasi dengan informasi terkait Indonesia. Dia menyinyir beberapa penjabat Pemerintah RI.
Menurut Bjorka, aksinya ini sebagai bentuk protes terhadap pemerintah. Ia juga menuturkan kritikan dalam akun Twitter-nya @bjorkanisme, yang kini sudah di-suspend, jika lembaga pemerintahan akan hancur jika dipimpin oleh bukan ahlinya.
"This is a new era to demonstrate differently. nothing would change if fools were still given enormous power. the supreme leader in technology should be assigned to someone who understands, not a politician and not someone from the armed forces. because they are just stupid people," cuit Bjorka.
(ini adalah era baru untuk berdemo dengan cara berbeda. Tidak ada yang akan berubah jika orang bodoh masih diberi kekuatan yang sangat besar. Pemimpin tertinggi dalam teknologi harus ditugaskan kepada seseorang yang mengerti, bukan politisi dan bukan seseorang dari angkatan bersenjata. karena mereka hanyalah orang-orang bodoh, red).
Dia juga mengungkap informasi soal Indonesia diketahui dari temannya di Polandia yang menjadi korban kebijakan RI di tahun 1965.
Baca Juga: Tak Perlu Ada Teguran Lagi, Kapolri dengan Tegas Akan Pecat Anggota yang Terbukti Melanggar
"i have a good indonesian friend in warsaw, and he told me a lot about how messed up indonesia is. i did this for him (Saya punya teman orang indonesia yang baik di warsawa, dan dia bercerita banyak tentang betapa kacaunya Indonesia. saya melakukan ini untuknya, red)," cetus dia.
"yea don't try to track him down from the foreign ministry. because you won't find anything. he is no longer recognized by indonesia as a citizen because of the 1965 policy. even though he is a very smart old man (Ya jangan coba lacak dia dari kementerian luar negeri. karena Anda tidak akan menemukan apa-apa. dia tidak lagi diakui oleh indonesia sebagai warga negara karena kebijakan 1965. meskipun dia adalah orang tua yang sangat pintar, red)," kata dia.
Orang yang diduga memengearuhinya itu adalah seorang teman yang sudah merawatnya sejak kecil. Meski dia telah meninggal satu tahun yang lalu, dia belum menggapai mimpi yang dia inginkan yaitu kembali ke Indonesia dan melakukan sesuatu dengan teknologi.
"It seems complicated to continue his dream the right way, so i prefer to do it this way. we hace same goal, so that country where he was born can change for the better (Sulit melanjutkan mimpinya dengan cara itu, jaid saya pilih dengan cara ini hingga negara tempat ia lahir bisa menjadi lebih baik, red)," katanya.
Kebijakan RI tahun 1965
Pada tahun 1965, dikenal dengan sejarah Gerakan 30 September atau (G30S). Gerakan ini berhasil melakukan pembunuhan pada 6 jenderal dan satu perwira tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
Terkini
-
Ordal Kemenkeu Sebut APBN Hanya Kuat 2 Minggu, Purbaya Tertawa
-
Soal Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Komisi I DPR RI Jadwalkan Pemanggilan Menhan
-
ASEAN IP Office Leaders Retreat AWGIPC, Perkuat Arah Implementasi Rencana Aksi KI ASEAN 2026-2030
-
Sinopsis Ginga no Ippyou, Drama Jepang Terbaru Haru Kuroki dan Kayo Noro
-
Draf Gencatan Senjata AS-Iran Beredar, Selat Hormuz Jadi Kunci Kesepakatan
-
Bank Mandiri Raih Kinerja Moncer, Ekonom Nilai Buah Hasil Ekspansi
-
Jadi Saksi di Sidang Noel, Direktur PT BSK Ngaku Bayar Rp100 Juta per Tahun untuk Sertifikat K3
-
Changan Perkenalkan Teknologi BlueCore HEV Solusi Berkendara Irit Tanpa Repot Isi Daya
-
Siasat Ganti Nama di Balik Gaji Rp3,6 Miliar: Bongkar 85 Pegawai Khusus Wali Kota Bandar Lampung
-
Tega! 800 Liter Solar Subsidi Diselewengkan di Sumbawa, Polisi Bertindak Tegas