- Komisi I DPR RI berencana memanggil Menteri Pertahanan untuk membahas insiden gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon.
- Agenda rapat ini bertujuan mengungkap fakta lapangan secara akurat guna menentukan kebijakan negara yang tepat di masa depan.
- Ketua Komisi I sedang menyelaraskan jadwal dengan Kementerian Pertahanan untuk segera menyelenggarakan rapat kerja secara komprehensif tersebut.
Suara.com - Komisi I DPR RI berencana segera memanggil Menteri Pertahanan (Menhan) guna membahas insiden gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon.
Hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi yang akurat serta memastikan kebijakan yang diambil negara ke depan tidak keliru.
Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang menyelaraskan jadwal dengan Kementerian Pertahanan.
Ia menekankan bahwa pemanggilan ini sangat penting untuk mengungkap fakta-fakta di lapangan secara apa adanya.
“Nah, kita sedang menjadwalkan, sebab beliau juga bukan tidak mau, hanya saja jadwalnya kadang sudah tersusun hingga sebulan ke depan. Jadi kita lihat, yang penting rapat itu benar-benar apa adanya dan bisa mengungkap fakta, sehingga kita tidak keliru dalam mengambil kebijakan,” ujar Utut di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (6/4/2026).
Utut menegaskan bahwa agenda rapat tersebut tidak hanya akan terbatas pada isu geopolitik global, melainkan fokus pada detail kejadian yang menimpa para prajurit tersebut.
Ia menyampaikan rasa duka yang mendalam atas gugurnya para patriot bangsa dan berharap insiden serupa, termasuk kasus penyiraman yang menimpa personel TNI, tidak terulang kembali.
“Ya itu, yang prajurit yang gugur. Kita semua kan berduka. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang gugur. Dan juga bagaimana sikap kita agar tidak sampai terulang lagi kasus penyiraman. Kira-kira itu agendanya,” lanjutnya.
Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan bahwa pihaknya menghormati kesibukan Menhan dan akan menunggu waktu yang tepat agar rapat kerja dapat berjalan secara komprehensif.
Baca Juga: Kasus Amsal Sitepu Tegaskan Putusan Pengadilan Harus Pertimbangkan Rasa Keadilan
Utut meyakini bahwa Menhan secara pribadi siap untuk memberikan penjelasan kepada dewan.
“Tapi kita juga tidak bisa memaksa, kita harus menunggu kesediaan beliau, terutama soal waktu. Kalau orangnya pasti bersedia,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Amsal Sitepu Tegaskan Putusan Pengadilan Harus Pertimbangkan Rasa Keadilan
-
Gempa 7,6 SR Guncang Sulawesi Utara - Maluku Utara, Legislator Imbau Agar Warga Waspada
-
Aset GBK dan Kemayoran Sangat Besar, Namun Pendapatannya Kecil: Di Manakah Merah Putih-nya?
-
Bintang RANS Simba Bogor Resmi Sandang Pangkat Letda TNI AD
-
SBY Ingat Kirim AHY dan 2 Prajurit Muda ke Lebanon, Kini Jadi Menteri-menteri Prabowo
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut