- Pakistan menyusun draf gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan permusuhan militer secara segera.
- Kesepakatan tersebut mencakup dua tahap, yaitu penghentian aksi militer serta perundingan jangka panjang termasuk pembukaan Selat Hormuz.
- Israel tetap menyiapkan serangan militer besar terhadap infrastruktur strategis Iran jika upaya diplomasi internasional tersebut mengalami kegagalan.
Suara.com - Draf kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah diajukan dalam perkembangan terbaru konflik yang memanas.
Menurut laporan Reuters, proposal tersebut disusun oleh Pakistan dan telah diserahkan kepada kedua pihak.
Sumber yang mengetahui proses negosiasi menyebutkan bahwa kesepakatan ini berpotensi mulai berlaku secepatnya.
“Draf tersebut mencakup penghentian segera permusuhan dan langkah menuju kesepakatan menyeluruh,” demikian laporan tersebut seperti dilansir dari Reuters.
Rencana yang diajukan terdiri dari dua tahap utama. Tahap pertama adalah penghentian langsung seluruh aksi militer antara kedua negara.
Tahap kedua mencakup perundingan lanjutan untuk mencapai kesepakatan yang lebih komprehensif dan jangka panjang.
Salah satu poin paling krusial dalam draf tersebut adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi energi global.
Meski ada peluang deeskalasi, sejumlah pihak masih meragukan keberhasilan rencana ini.
Di Israel, perkembangan ini dipantau ketat dengan tingkat skeptisisme tinggi terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan.
Baca Juga: Perang Memanas! Trump Bakal Pakai Uang Pajak Warga AS Demi Proyek Mercusuar
Sumber keamanan Israel seperti dilansir dari Channel 14, menyebut situasi masih sangat dinamis dan berpotensi berubah drastis.
“Kami berada di tengah situasi yang bisa saja runtuh kapan saja,” ungkap salah satu sumber.
Jika pembicaraan gagal, operasi militer besar disebut telah disiapkan.
Israel Defense Forces dikabarkan telah menyiapkan fase serangan lanjutan yang menargetkan infrastruktur strategis Iran.
Target tersebut mencakup fasilitas energi dan aset vital lainnya yang sebelumnya belum tersentuh serangan.
Selain itu, koordinasi erat juga dilaporkan terjadi antara Israel dan Amerika Serikat dalam menyusun daftar target militer.
Berita Terkait
-
Perang Memanas! Trump Bakal Pakai Uang Pajak Warga AS Demi Proyek Mercusuar
-
Respons Iran Usai AS dan Isarel Ancam Tingkatkan Serangan, Selat Bab el Mandeb Berpotensi Ditutup
-
Fajar Berdarah di Teheran, Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan 13 Warga
-
Iran Bersedia Buka Selat Hormuz jika Kerugian Perang Dibayar
-
Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
Terkini
-
Soal Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Komisi I DPR RI Jadwalkan Pemanggilan Menhan
-
ASEAN IP Office Leaders Retreat AWGIPC, Perkuat Arah Implementasi Rencana Aksi KI ASEAN 2026-2030
-
Jadi Saksi di Sidang Noel, Direktur PT BSK Ngaku Bayar Rp100 Juta per Tahun untuk Sertifikat K3
-
Perang Memanas! Trump Bakal Pakai Uang Pajak Warga AS Demi Proyek Mercusuar
-
Trump Ancam Iran Jadi Neraka Dunia, Pengamat UGM: Kalau Terlalu Berisik, Biasanya Tak Serius
-
Punya Nyali! Pemerintah Kuasai Kembali Tanah Negara dari Pihak Lain Demi Bangun Hunian Rakyat
-
Respons Iran Usai AS dan Isarel Ancam Tingkatkan Serangan, Selat Bab el Mandeb Berpotensi Ditutup
-
Alarm Merah Campak 2026: Mengapa Penyakit Kuno Ini Kembali Menghantui Indonesia?
-
KPK Panggil Istri Bupati Nonaktif Rejang Lebong
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!