SuaraSoreang.id - Kucing hitam seringkali dikaitkan dengan pembawa nasib buruk dan kesialan.
Konon katanya, dari mitos yang beredar, jika manusia berjumpa dengannya maka kesialan dan nasib buruk akan datang.
Kucing berwarna gelap ini menjadi simbol Halloween modern, hal ini membuat reputasinya semakin seram.
Lantas, bagaimana asal-usul dan alasan kenapa kucing hitam bisa disebut sebagai pembawa nasib buruk?
Berikut ulasannya yang sudah kami rangkum dari berbagai sumber.
1. Inkarnasi Setan
Menelusuri kembali ke beberapa peradaban paling awal di dunia, terutama peradaban Mesir Kuno, kucing seringkali muncul dalam beberapa mitologi Yunani. Sejumlah sosok mitologi digambarkan memiliki kucing sebagai hewan peliharaan. Kucing hitam digambarkan sebagai makhluk supranatural yang membantu penyihir.
Menurut cerita rakyat Eropa, kucing hitam bahkan dihubungkan dengan okultisme sejak abad ke-13, ketika dokumen resmi gereja “Vox in Rama”, dikeluarkan oleh Paus Gregorius IX pada 13 Juni 1233. Didalam dokumen inilah, dinyatakan bahwa kucing hitam adalah inkarnasi setan.
2. Kucing sebagai sahabat penyihir
Baca Juga: Pantas Dedi Mulyadi Kepincut Ambu Anne, Bupati Purwakarta itu Ternyata Dulu Pernah Jadi Ini
Selain dikaitkan dengan inkarnasi setan, pada abad pertengahan, kucing juga menjadi terkait erat dengan penyihir di Eropa. Meskipun awalnya gereja Kristen di Eropa hidup berdampingan dengan penyihir, saat gereja memperoleh kekuasaan, penyihir dianggap sebagai pesaing.
Saat itulah, gereja mulai berburu, menganiaya, menyiksa, dan membunuh penyihir dalam jumlah besar. Saat itulah, kasih sayang antara manusia dan hewan mulai dianggap jahat.
3. Dituduh sebarkan wabah
Pada abad pertengahan, kucing seringkali dibunuh. Sering dikaitkan dengan kejahatan, beberapa orang bahkan sampai mengkambing hitamkan kucing sebagai penyebar penyakit pes dan menggunakan alasan tersebut sebagai alasan untuk menyingkirkannya. Kucing hitam lagi-lagi dikaitkan dengan penyihir, karena identik dengan warna hitam yang mana bisa berarti kegelapan dan sukar dilihat di malam hari.
Ternyata, walaupun dianggap sebagai pembawa sial, melansir dari History, di Jepang dan Skotlandia kucing hitam dianggap sebagai hewan yang mewakili kemakmuran. Ada pula yang mempercayai bahwa kucing hitam membawa keberuntungan, karena kemiripannya dengan dewi kucing Bastet.
Jadi, anggapan kucing hitam sebagai pembawa nasib buruk atau kesialan ataujuga malah sebagai pembawa kemakmuran sepenuhnya berdasarkan kepercayaan yang dianut oleh individu.
Kontributor: Shafa Maura Zahwa
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta