News / Internasional
Senin, 06 April 2026 | 08:35 WIB
Militer Iran menembak jatuh tiga pesawat Amerika Serikat saat operasi penyelamatan pilot di wilayah Isfahan.
Baca 10 detik

Iran tembak jatuh dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat C-130 Amerika Serikat.

Militer Teheran klaim operasi penyelamatan pilot F-15 yang dilakukan Amerika berakhir dengan kegagalan.

Sebanyak lima orang dilaporkan tewas dalam insiden penghancuran pesawat di wilayah Isfahan.

Suara.com - Ketegangan bersenjata antara Teheran dan Washington mencapai titik didih baru setelah insiden penghancuran armada udara.

Militer Iran secara resmi mengumumkan keberhasilan mereka dalam menjatuhkan tiga unit pesawat militer milik Amerika Serikat.

Insiden dramatis ini terjadi di tengah upaya intensif pasukan AS mencari awak jet tempur F-15 yang jatuh sebelumnya.

Markas Komando Pusat Militer Iran Khatam Al Anbiya mengonfirmasi identitas kendaraan udara yang berhasil dirontokkan tersebut.

Dua unit helikopter jenis Black Hawk dan satu pesawat angkut raksasa C-130 dilaporkan hancur menjadi puing.

Penembakan Pesawat Militer Amerika Serikat

Kejadian ini berlokasi di wilayah strategis bagian selatan Isfahan yang menjadi titik fokus ketegangan kedua negara.

"Pesawat-pesawat musuh yang menyusup di wilayah selatan Isfahan, termasuk dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut militer C-130, telah dihantam dan kini terbakar," kata Khatam Al Anbiya melalui pernyataan seperti dikutip AFP, Minggu (5/4).

Pernyataan resmi ini menandakan perlawanan sengit yang diberikan oleh unit pertahanan udara milik Republik Islam Iran.

Baca Juga: Ribuan Massa Kepung Kedubes AS, Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Asap tebal dilaporkan masih membumbung dari lokasi reruntuhan pesawat yang kini tersebar di area gurun yang gersang.

Aksi militer ini merupakan respon langsung terhadap pergerakan udara Amerika yang dianggap telah melanggar batas kedaulatan wilayah.

Kegagalan Operasi Penyelamatan Pilot F-15

Persaingan antara kedua belah pihak dalam menemukan pilot jet tempur F-15E sebenarnya sudah berlangsung sejak Jumat lalu.

Meski situasi di lapangan terlihat kacau, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan yang sangat kontradiktif dari Washington.

Pemimpin Amerika tersebut mengeklaim bahwa proses evakuasi pilot telah membuahkan hasil dan personelnya dalam kondisi aman.

Load More