/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:18 WIB
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso (Dok. IPW)

SuaraSoreang.id - Dunia persepakbolaan Indonesia kembali diterpa kabar yang tidak mengenakkan. Ratusan nyawa melayang akibat kerusuhan penonton yang terjadi di Stadion Kanjuruan, Malang, Jawa Timur, kala tuan rumah Arema FC menjamu tamunya, Persebaya Surabaya pada laga lanjutan BRI Liga 1 2022-2023, Sabtu (1/10/2022).

Akibat kerusuhan tersebut, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mendesak Kapolri jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk segera mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat.

"Yang pasti harus dicopot," ujar Sugeng, dikutip Suara.com, pada Minggu (2/10/2022).

Sugeng menduga telah terjadi kesalahan prosedur dalam penanganan kerusuhan yang mengakibatkan 2 orang anggota Polri meninggal tersebut.

Menurut Sugeng, tembakan gas air mata ke tribun penonton merupakan kesalahan fatal yang mengakibatkan kepanikan puluhan ribu penonton.

Akibatnya, puluhan ribu penonton pun berdesak-desakan menuju ke pintu keluar tribun dan menyebabkan banyak penonton kesulitan untuk bernafas dan pingsan.

Padahal menurutnya, penggunaan gas air mata sudah dilarang di stadion sepak bola berdasarkan aturan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA).

Aturan tersebut tercantum dalam FIFA Sadium Safety and Security Regulations Pasal 19 huruf b, yang menyatakan bahwa penggunaan senjata api dan gas pengendali massa sama sekali tidak diperbolehkan.

Lebih lanjut Sugeng menegaskan, bahwa harus ada yang bertanggungjawab atas terjadinya tragedi memilukan tersebut.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Patut Diperhitungkan sebagai Youtuber, Pencapaiannya Mengejutkan

IPW menyebutkan bahwa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri perlu untuk turun tangan dengan memeriksa pihak-pihak yang diduga ikut terlibat.

Selain itu, IPW pun mendesak Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta untuk segera memeberikan tindakan tegas kepada panitia pelaksana pertandingan Arema FC vs Persebaya.

Menurut Sugeng, PSSI sebagai organisasi yang bertanggungjawab mengelola sepakbola asosiasi di Indonesia seharusnya merasa malu atas citra buruk dunia sepakbola Indonesia.

Sugeng juga meminta kepada Presiden Jokowi untuk memberi perhatian lebih terhadap kondisi persepakbolaan Indonesia yang kerap menimbulkan kerusuhan hingga menelan banyak korban jiwa.

Sumber: Suara.com

Load More