SuaraSoreang.id-Tragedi Kanjuruhan menyisakan pilu bagi para pecinta sepak bola, bukan hanya dalam negri namun juga kesediah sepak bola dunia umumnya.
Tragedi Stadion Kanjuruhan tercatat dalam sejarah sepak bola dunia, menjadi tragedi kemanusian terbesar kedua setelah tragedi di Stadion Nasional (Estadio Nacional), Lima, Peru, saat laga Peru vs Argentina pada 1964 silam.
Korban jiwa dikejadian Peru sebanyak 326 orang, menjadi tragedi terbesar pertama yang ada didunia sepak bolak, disusul tragedi kanjuruhan dengan jumlah korban berkisar 125 orang meninggal dunia.
Insinden dikedua tragedi ini, terjadi akibat kerusuhan di dalam stadion yang membuat penonton panik berlari di pintu keluar yang ternyata masih tertutup dan membuat banyak yang terinjak-injak.
Adanya kepanikan dikerumunan antar penonton itu diduga juga adanya fenomena crowd behaviour tragedi Kanjuruhan atau perilaku kerumunan yang membuat orang menjadi berani.
Fenomena crowd behaviour juga disebut-sebut terjadi dalam tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan lebih suporter klub bola Arema FC menjadi korban pada Sabtu 1 Oktober 2022 lalu.
Subjek yang terkena perilaku kerumunan ini adalah para suporter atau penonton yang ada distadion, juga semua pihak atau tim keamanan yang terlibat di dalam Stadion.
Pakar sosiolog dari Universitas Padjajaran (Unpad), Hery Wibowo mengatakan bahwa salah satu pihak yang perlu diedukasi untuk menerima segala keadaan tim kesayangannya adalah suporter,
Berikut penjelasan crowd behavior yang dikutip dari Suara pada 5 Oktober 2022.
Crowd behaviour adalah fenomena ketika sejumlah orang yang berkumpul dalam suatu kerumunan khusus akan berpotensi menghasilkan perilaku yang tidak akan terjadi pada situasi normal.
Fenomena ini merupakan perilaku individu yang memicu perilaku kolektif.
Biasanya subjek atau seseorang dalam menghasilkan crowd behavior akan memiliki keberanian semu yang mampu memicu keberanian kolektif lainnya.
Bahkan seorang individu akan merasa sangat berani dan kuat (powerfull), merasa benar, dan tanpa ragu melakukan suatu tindakan.
Individu itu akan berani melakukan tindakan tersebut karena ia merasa didukung oleh kelompoknya untuk melakukan segala sesuatu.
Pemicu adanya Crowd Behaviour
Hery mengatakan, kekalahan tim Arema menjadi pemicu pendukungnya menghasilkan perilaku crowd behaviour. Hal tersebut dapat terjadi karena suporter telah menganggap tim sebagai identitas sosial ataupun konsep diri mereka.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit
-
Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet
-
Kilang Plaju Cetak Operator Scaffolding Bersertifikat, Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal
-
Sambut HUT Jakarta ke-500, Remember Fest Siap Hadirkan Pengalaman Festival Terlengkap di Kemayoran
-
Masih Hangat!Honor X80 Pro Max Resmi Debut 22 Juni:Usung Baterai 11.000 mAh dan Layar 10.000 Nits
-
Gaji UMR Beli Sepatu Running Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Versi Dokter Tirta