/
Senin, 10 Oktober 2022 | 19:12 WIB
coretan berisi kekecewaan menghiasi dinding Stadion Kanjuruhan Malang, tragedi kanjuruhan (Suara.com/Dimas Angga)

SuaraSoreang.id - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) kembali melakukan penelusuran fakta demi terungkapnya tragedi Kanjuruhan, Malang yang menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa.

Usai mengantongi beberapa bukti, TGIPF kembali memperoleh informasi penting dari suporter Aremania yang tergabung dalam Tim Gabungan Aremania (TGA).

Diketahui Tim Gabungan Aremania bermarkas di Kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Kota Malang, Jawa Timur.

Dalam pertemuan tersebut, suporter Aremania memberikan kesaksian secara bergantian kepada TGIPF, juga perihal tuntutan kepada penyelenggara.

"Kepada TGIPF, teman-teman Aremania ramai-ramai menyampaikan kesaksian mereka secara bergantian dari berbagai tribun, juga tuntutan kepada penyelenggara kompetisi," ujar anggota TGIPF Akmal Marhali, dikutip dari PMJ News, Senin (10/10/2022)/

Setelah selesai melakukan pertemuan dengan pihak Aremania, Akmal bersama anggota TGIPF lainnya kembali menemui para saksi dan korban tragedi Kanjuruhan.

“berbagai alat bukti penting kami dapatkan," ungkapnya.

Dengan informasi yang baru diperolehnya, pihak TGIPF berharap kasus tragedi kanjuruhan segera menemui titik terang.

"ini nantinya akan memperkuat dan mempertajam analisis kami sehingga peristiwa Kanjuruhan ini dapat kami ungkap secara menyeluruh dan independen,” tandasnya.

Baca Juga: Disebut Mabuk hingga Pakai Narkoba saat Manggung, Pamungkas: Silakan Dicek ke EO

Selain info penting, pihak TGIPF mendapati banyaknya korban kesaksian yang masih mengalami sesak dada dan mata merah.

Pihaknya menilai perlu adanya penanganan khusus terhadap korban Kanjuruhan. Pasalnya, selain mendapat luka fisik, mereka pun mengalami efek trauma dan psikologis.

Sumber: PMJ News

Load More