SuaraSoreang.id - Sebanyak 131 orang tewas dalam Tragedi Kanjuruhan pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022). Pemicunya diduga akibat gas air mata yang ditembakan aparat.
Fakta terbaru diungkapkan Polri yang mengakui jika ada anggota yang menggunakan gas air mata kedaluwarsa dalam Tragedi Kanjuruhan ini.
Beberapa di antaranya bahkan ditemukan telah kadaluarsa sejak 2021.
"Ya, ada beberapa (gas air mata kedaluwarsa) yang ditemukan ya. Yang tahun 2021, ada beberapa," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo kepada wartawan, Senin (10/10/2022).
Namun Dedi tak menyebutkan jumlah gas air mata kedaluwarsa yang ditemukan penyidik.
Dia hanya menuturkan barang bukti tersebut masih diperiksa di laboratorium forensik.
"Saya belum tahu jumlahnya, tapi masih didalami oleh labfor," ujarnya.
Seperti diketahui Tragedi Kanjuruhan menewaskan 131 orang, berdasarkan data yang disampaikan Polri, Sabtu (8/10/2022).
Sementara itu, korban luka dilaporkan mencapai 574 orang.
Baca Juga: Usai Videonya Viral, Begini Tanggapan Pamungkas Terkait Aksi Tak Senonoh saat Manggung
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyebutkan jika pemicu utama ratusan orang tewas dalam Tragedi Kanjuruhan disebabkan oleh gas air mata.
"Pemicu utama adalah memang gas air mata yang menimbulkan kepanikan. Sehingga banyak suporter atau Aremania yang turun berebut untuk masuk (ke) pintu keluar. Berdesak-desakan dengan mata yang sakit, dada yang sesak, susah nafas dan sebagainya," kata dia dikutip Suara.com, Senin (10/10/2022).
Polri telah menetapkan tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan ini. Mereka di antaranya; Akhmad Hadian Lukita selaku Dirut PT LIB, Abdul Haris selaku Ketua Panpel atau Panitia Pelaksana, Suko Sutrisno selaku Security Officer, Kompol Wahyu Setyo Pranoto Kabagops Polres Malang, AKP Hasdarman selaku Komandan Kompi atau Danki 3 Satuan Brimob Polda Jawa Timur, dan AKP Bambang Sidik Achmadi selaku Kasat Samapta Polres Malang.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
-
4 Brightening Serum dengan Glycolic Acid Solusi Wajah Lebih Cerah dan Halus
-
Food Cycle Indonesia Ubah Surplus Pangan Jadi Bantuan untuk Warga Rentan
-
Sentil Titi DJ, Citra Scholstika Curhat Pengalaman Pahit Dibanding-bandingkan Juri
-
Ancam Sebar Aib Keluarga Jadi Senjata Residivis Peras Petani Lampung Tengah
-
Beda Pendidikan Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang Sedang Jadi Omongan
-
Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI
-
Scroll LinkedIn Terus, Kenapa Malah Jadi Insecure?
-
Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN
-
5 Serum dengan Kandungan Anti Aging untuk Cegah Tanda Penuaan Wajah