/
Selasa, 11 Oktober 2022 | 18:27 WIB
Mitos Ikan Dewa Cibulan Jelmaan Prajurit Prabu Siliwangi (kuninganrepost)

SuaraSoreang.id - Di salah satu penjuru Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Kuningan, terdapat petilasan dari Prabu Siliwangi.  

Petilasan tersebut berada di dalam objek wisata Cibulan, yang memiliki tujuh buah sumur sebagai pemandian alami.

Sedangkan yang menjadikannya memiliki sisi mitos yakni adanya Ikan Dewa yang berada di kolam Kawasan objek wisata tersebut. Konon, Ikan Dewa tersebut dipercayai sebagai jelmaan prajurit yang tidak taat kepada Prabu Siliwangi.

Lantas, apa saja mitos yang beredar tentang ikan tersebut? Berikut ulasannya yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.

Prabu Siliwangi (sumber: historyofcirebon.id)

1. Prajurit Prabu Siliwangi

Menurut mitos yang beredar di masyarakat Desa Manis Kidul serta masyarakat Kunigan, ikan dewa tersebut merupakan jelmaan dari prajurit Pajajaran yang tidak taat kepada Prabu Siliwangi. Maka dari itu, sang Raja mengutuk mereka.

2. Populasinya Tetap

Konon, ikan dewa ini dari dulu hingga sekarang jumlahnya tidak berkurang maupun bertambah. Bahkan apabila kolam tersebut dikuras, ikan-ikan tersebut akan hilang entah ke mana.

3. Matinya Unik

Baca Juga: Polisi akan Jemput Paksa, jika Rizky Billar Kembali Mangkir pada Panggilan Kedua

Berbeda dengan ikan lain yang bila mati jasadnya akan mengapung, jasad Ikan Dewa ketika mati akan tenggelam. Cara pengeburuannya pun selayaknya manusia dengan dibungkus kain kafan.

4. Berasal dari Murid Walisongo

Konon, ikan Dewa ini dibawa oleh para murid Wali Songo saat datang ke Cibulan. Bukan hanya itu, murid-murid tersebut juga meninggalkan tujuh buah sumur yang digunakan untuk berwudhu.

Itu dia beberapa mitos seputar Ikan Dewa yang ada di Objek wisata Cibulan. Terlepas dari benar atau tidaknya, sudah sepatutnya menghormati kepercayaan yang telah ada di suatu tempat. Bahkan sampai saat ini, tidak ada yang berani mengganggu ikan-ikan tersebut karena takut akan mendapat kemalangan.

Kontributor: Shafa Maura Zahwa

Load More