/
Minggu, 16 Oktober 2022 | 15:57 WIB
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Menko Polhukam), Mahfud MD (antaranews.com)

SuaraSoreang.id - Di tengah derasnya masalah yang harus di hadapi institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo buat prestasi yang sangat baik.

Kapolri berhasil mengungkap perjudian online yang sudah sejak lama menjamur di tanah air dengan menangkap bandarnya yang lari ke luar negeri.

Hal tersebut mendapatkan banyak apresiasi, salah satunya dari Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD.

"Penangkapan bandar judi yang dicokot dari luar negeri karena lari ke sana, lalu diambil. Kan luar bisa," ungkap Mahfud MD, seperti dikutip dari PMJ News, Sabtu (15/10/2022).

Apresiasi tersebut dikatakan Mahfud MD bukan tanpa alasan. Menurutnya untuk menangkap narapidana yang lari ke luar negeri membutuhkan kesungguhan serta jaringan yang kuat dengan pihak negara lain.

"Tidak mudah mengambil narapidana yang sudah lari ke luar negeri kalau tidak punya kesungguhan, jaringan yang kuat, dan memberi pengertian kepada negara lain untuk mengambil itu," imbuhnya.

Kapolri Terkait Penangkapan Bos Judi Online Apin BK (sumber: SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah)

Selain itu, Mahfud MD juga turut memberikan apresiasi terhadap sikap tergas Kapolri untuk menindak para anak buahnya yang saat ini terseret berbagai kasus guna mengembalikan marwah Polri di mata masyarakat.

"Tanpa menghalangi anda untuk mengkritik kinerja Polri, tapi juga lihat sisi baliknya bahwa ini justru satu langkah maju dari Kapolri dan Polri, bahwa dia bisa menindak siapapun anak buahnya yang bandel. Kalau melakukan seperti itu bisa ditindak, siapapun," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, institusi Polri saat ini sedang dihadapkan pada lika-liku yang cukup rumit, akibat berbagai kasus yang menyeret anak buahnya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Kembali Tanggapi Kasus KDRT Lesti Kejora, Sebut Dilema sebagai Seorang Perempuan

Mulai dari kasus Ferdy Sambo Cs, tragedi Kanjuruhan, hingga kasus narkoba yang menyeret nama mantan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Teddy Mahesa.

Atas kasus-kasus yang melanda Polri tersebut, Kapolri berjanji akan menindak tegas setiap anggotanya yang melanggar, guna mengembalikan citra kepolisian di mata masyarakat.

Sumber: PMJ News

Load More